Israel lagi-lagi menuai kecaman publik internasional. Kali ini perlakuan tidak manusiawi kepada ratusan aktivis yang ditangkap menjadi sorotan.
Tentara Israel diketahui telah menangkap ratusan aktivis Global Sumud Flotilla yang hendak menuju Gaza. Kapal mereka disergap hingga dibawa ke pelabuhan Israel.
Perlakuan tidak manusiawi Israel itu lalu diunggah oleh Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir. Dilansir Al Jazeera, Rabu (20/5/2026), para aktivis terlihat dalam keadaan berlutut dengan dahi di lantai serta tangan diikat tali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: 5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini |
Unggahan Ben-Gvir itu diimbuhkan keterangan 'Selamat datang di Israel'. Lagu kebangsaan Israel berkumandang saat para aktivis diperlakukan tak manusiawi. Terlihat ada aktivis yang memegang paspor mereka di tangannya.
Kemarahan global mencuat setelah unggahan video Ben-Gvir itu. Beberapa negara disebut memanggil Duta Besar Israel setelah perlakuan Ben-Gvir.
Tuai Kecaman Dunia
Beberapa negara, termasuk Italia, Prancis, Belanda, dan Kanada, telah memanggil duta besar Israel ke ibu kota mereka untuk menyatakan 'kemarahan' mereka atas perlakuan Israel terhadap aktivis armada Gaza yang diculik.
"Gambar-gambar Menteri Israel Ben Gvir tidak dapat diterima. Tidak dapat diterima bahwa para pengunjuk rasa ini, termasuk banyak warga negara Italia, diperlakukan dengan cara yang melanggar martabat manusia mereka," kata Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni dalam sebuah pernyataan di X.
Duta Besar Jerman untuk Israel, Steffen Seibert, menyebut perlakuan Ben Gvir sebagai tindakan yang "sangat tidak bisa diterima dan tidak sejalan dengan nilai-nilai dasar negara Jerman."
Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, telah memanggil duta besar Israel di Paris. "Tindakan Ben Gvir terhadap para penumpang Freedom Flotila, bahkan dikecam oleh rekan-rekannya sendiri di pemerintahan Israel. Ini tidak bisa diterima," tulis Barrot dalam unggahannya di X.
Menteri Luar Negeri Belanda, Tom Berendsen, juga akan memanggil duta besar Israel untuk membahas perlakuan yang "tidak dapat diterima" terhadap para aktivis armada bantuan Gaza yang ditahan.
Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper, mengatakan dirinya "sangat terkejut" oleh video tersebut. "Kami telah meminta penjelasan dari otoritas Israel dan menegaskan kewajiban mereka untuk melindungi hak-hak warga negara kami dan semua pihak yang terlibat," kata Cooper.
Kementerian Luar Negeri Turki menyatakan Ben Gvir, "sekali lagi secara terbuka menunjukkan kepada dunia mentalitas penuh kekerasan dan barbar dari pemerintahan Netanyahu."
Kanada juga akan memanggil duta besar Israel untuk menyampaikan protes, kata Menteri Luar Negeri Anita Anand. "Apa yang kami lihat, termasuk video yang dibagikan Ben Gvir, sangat mengkhawatirkan dan benar-benar tidak dapat diterima," katanya kepada wartawan dalam konferensi pers.
Utusan Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee, turut mengecam tindakan Ben Gvir yang ia sebut "memalukan." "Ben Gvir telah mengkhianati martabat negaranya," tulis Huckabee di X.
Komisioner Uni Eropa untuk Kesetaraan, Kesiapsiagaan, dan Manajemen Krisis, Hadja Lahbib, juga mengecam keras perlakuan terhadap para aktivis armada bantuan menuju Gaza. Ia menegaskan bahwa, "tak seorang pun seharusnya dihukum karena membela kemanusiaan."
"Tonton video ini. Mereka bukan kriminal yang telah divonis. Mereka adalah aktivis yang berusaha membawa roti bagi orang-orang yang kelaparan," tulis Lahbib di platform X.
Hamas juga turut mengecam rekaman tersebut dan menyebutnya sebagai bukti "kerusakan moral" para pemimpin Israel. Hamas, yang melancarkan serangan terhadap Israel pada 7 Oktober 2023, ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh Israel, Amerika Serikat, Inggris, dan sejumlah negara lainnya.
Netanyahu Kritik Tindakan Menterinya
Perlakuan tak manusiawi terhadap aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan di Israel menjadi perhatian dunia. Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengomentari penanganan terhadap aktivis Flotilla yang dilakukan oleh salah satu anggota kabinetnya, Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir.
Dilansir AFP, Kamis (21/5/2026), Netanyahu mengkritik langkah yang dilakukan Ben Gvir terhadap para aktivis. Dia menyebut hal itu tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma Israel.
"Cara Menteri Ben Gvir menangani aktivis Flotilla tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma Israel," kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan.
Netanyahu mengatakan otoritasnya melakukan deportasi terhadap para aktivis dari berbagai negara tersebut.
"Saya telah menginstruksikan pihak berwenang terkait untuk mendeportasi para provokator (aktivis) sesegera mungkin," kata Netanyahu.
Diketahui, seluruh relawan Flotilla telah dideportasi dari Israel dan sudah tiba di Istanbul, Turki.











































