Demikian diungkapkan Paul Venter, salah seorang penumpang pesawat. "Roda-roda keluar dan siap untuk mendarat, namun sesaat kemudian kami langsung terjatuh," katanya.
"Ketika kami berhenti, saya melihat ke jendela dan roda-roda sudah tak ada lagi," imbuhnya.
"Saya tidak bicara dengan pilot, tapi saya melihat dia, dia kelihatan sangat pucat," katanya seperti dilansir harian Sydney Morning Herald, Jumat (18/1/2008).
Menurut Venter, pesawat mengalami masalah ketika akan mendarat. "Pesawat mendarat keras sekali, seperti terjatuh," ujarnya.
Penumpang lainnya, Paul Slater mengungkapkan, mereka sebelumnya tidak diberitahu kalau pesawat akan mendarat darurat. "Semuanya normal, namun kemudian semuanya terjadi begitu cepat," tuturnya. "Itu jelas bukan pendaratan yang normal," imbuhnya.
Untunglah tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Hanya enam orang mengalami luka-luka ringan. Penumpang lainnya, Fernando Prado mengaku sangat senang karena selamat dari kejadian itu. "Saya seperti memenangkan undian hari ini," cetusnya.
Sebab-sebab insiden ini masih diselidiki. "Tidak pantas bagi saya berspekulasi mengenai kemungkinan penyebab insiden ini," kata pimpinan British Airways Willie Walsh.
Pesawat mujur tersebut mengangkut 136 penumpang dan 16 kru. Pesawat dengan nomor penerbangan BA38 itu bertolak dari Beijing, Cina. (ita/sss)











































