Pengamanan ini dilakukan sebagai antisipasi terjadinya kerusuhan yang dilakukan pendukung Sayang. Apalagi mereka mengancam akan rusuh apabila pada 19 Januari 2008 pasangan Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'man (Sayang) tidak dilantik.
"Pengamanan memang diperketat, pasukan yang diturunkan 900 orang," kata Kapolwiltabes Makassar Kombes Pol Genot Haryanto di depan Kantor DPRD Sulsel, Kamis (17/1/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pantauan detikcom, gedung DPRD Sulsel dipasangi kawat sepanjang 80 meter untuk menghalau massa yang memaksa masuk. Selain itu, 3 mobil water cannon sudah di tempatkan di sudut-sudut strategis.
Pengamanan juga terlihat di Kantor Gubernur Sulsel, Jl Urip Sumoharjo. Kawat berduri sepanjang 150 meter juga terpasang. Begitu pula 2 water cannon sudah bersiaga.
Selain 3 tempat itu, pengamanan juga dilakukan di kediaman Wapres Jusuf Kalla, Jl Haji
Bau. Beberapa aparat TNI dan 3 buah tank terlihat di sekitar kediaman Kalla. Pengamanan dilakukan karena terkadang pendukung Sayang mendatangi kediaman Kalla. (mly/nrl)











































