Mereka antara lain bernama Ais, Fatmawati, Aam, Rika, Rita, Erni, Suzanna, Dina, Desi, Yesi, Trie, Sri, Ani, Ita, Yuli dan Sari. Ke-16 orang tersebut ditangkap di Jalan Taman Sari II, Taman Sari, Jakarta Barat, di atas mobil colt diesel saat hendak dibawa ke kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.
"Diduga, mereka merupakan korban trafiking," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat, Kompol Sujudi Arya Setyo, di Mapolres Jakarta Barat, Jalan S. Parman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tetapi jika di tempat remang-remang, yang nampak hanya keseksiannya belaka. "Untuk proses penyidikan, sementara kami amankan di Mapolres. Jika sudah selesai, kami kembalikan ke kampung halamannya," tambahnya.
Sayang, penyalur perempuan-perempuan tersebut, Roki, 39, lolos dari kejaran polisi. Meski demikian polisi telah mengantongi identitas tersangka.
Menurut salah satu korban, Dina, 19, perempuan asal Sukabumi, dirinya dijebak dengan dijanjikan untuk bekerja di kafe sebagai pengantar minuman. Tetapi setelah sampai di Jakarta, dirinya dipekerjakan paksa di panti pijat dengan wajib memberikan pelayanan tambahan berupa layanan seksual. "Saya menyesal," ujarnya pilu.
Dirinya dan kawan-kawannya sebenarnya mau melarikan diri tetapi selalu diawasi dan tidak diberi kebebasan memegang uang. Selain itu, pergaulan juga selalu dipantau. "Kami taunya, kos dan panti pijat. Boro-boro tahu Jakarta," kisahnya pilu menutup pembicaraan seraya menangis. (asp/nrl)











































