Mbah Lim yang bernama asli Limbad yang mengaku bertitel profesor itu datang ke Cendana menjelang pergantian hari. Dia datang sekitar pukul 23.50 WIB, Minggu (13/1/2008) dan melakukan aksinya hingga pukul 00.30 WIB, Senin (14/1/2008).
Dengan berjas necis, Mbah Lim pun melakukan aksinya. Dengan mengucap 'laa haula wala quwwata illa billah' (tiada daya dan kekuatan selain kekuatan Allah-Red), Mbah Lim memunculkan api dari balik koran yang ia bawa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam aksinya, Mbah Lim sempat didatangi petugas keamanan berbaju batik. Petugas itu meminta Mbah Lim pindah dari lokasinya. Paranormal yang sempat membuat kejutan bagi pengunjung sidang korupsi Bupati Kutai Kertanegara HM Syaukani beberapa waktu itu pun tidak menolak.
Kepada wartawan, Mbah Lim menyatakan ada ganjalan di pikiran Pak Harto, sehingga penguasa Orde Baru selama 32 tahun itu tersendat di akhir hidupnya. "Ganjalan di pikiran Pak Harto itu datang dari anak-anak dan keluarganya," kata Mbah Lim tanpa menjelaskan maksud jelasnya.
Begitulah aksi Mbah Lim. Namanya juga aksi mistik, terserah Anda memaknainya. Yang jelas, aksi Mbah Lim menjadi bahan menarik bagi wartawan untuk diliput di tengah dinginnya malam. (asy/nrl)











































