Soeharto dan Situasi-situasi yang Sempat Menipu

Soeharto dan Situasi-situasi yang Sempat Menipu

- detikNews
Sabtu, 12 Jan 2008 15:38 WIB
Soeharto dan Situasi-situasi yang Sempat Menipu
Karanganyar - Mantan Presiden Soeharto sempat dalam kondisi gawat, Jumat (11/1/2008) malam. Dalem Kalitan, Giribangun, dan semua pihak seolah tengah bersiap. Situasi itu ternyata sempat menipu.

Sesaat setelah kabar kondisi Soeharto gawat, Dalem Kalitan yang terletak di Kelurahan Penumping, Kecamatan Laweyan, Solo itu 'diserbu' wartawan. Tertarik oleh kerumunan, warga pun ikut berdatangan hingga tengah malam.

Beberapa orang 'asing' yang datang di Kalitan pun jadi obyek kamera. Jepret, jepret, jepret! Lampu sorot kameraman menyala. Setiap orang yang datang ke Kalitan seolah punya hubungan kekerabatan dengan Soeharto.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya cuma lihat-lihat. Karena dengar berita Pak Harto gawat, saya jadi pengin tahu Dalem Kalitan," demikian kata seorang ibu yang datang dari Yogyakarta. Kerumunan wartawan pun bubar.

Situasi yang terkesan menipu itu juga muncul, Sabtu (12/1/2008). Puluhan atau bahkan ratusan polisi berdiri dengan jarak yang agak berjauhan di tepi jalan Solo-Giribangun. Perempatan-perempatan dijaga polisi bermobil.

Orang mengira situasi itu terkait kondisi Soeharto. Padahal kesibukan kepolisian itu hanya untuk menjaga kedatangan Kapolda Jateng Irjen Dody Sumantyawan, Pangdam IV/ Diponegoro Mayjen TNI Agus Soeyitno, dan beberapa pejabat lainnya ke Astana Giribangun.

"Semua itu hanya untuk mengamankan kunjungan saya dan beberapa pejabat lain. Tak ada kaitannya dengan Jakarta," jelas Agus.

Benar juga, dua panser yang sejak pagi terlihat di pintu samping Giribangun hengkang setelah Pangdam meninggalkan Giribangun. Pun halnya dengan ratusan polisi yang berjajar dari Solo-Giribangun. Ketika Giribangun ditinggalkan pejabat-pejabat, suasana kembali normal.

Informasi pembuatan liang lahat Soeharto saat kondisinya rapuh, ternyata bukan hal baru. Sejak awal pembangunan Astana Giribangun, November 1974, sekitar 60 pengurus Yayasan Mangadeg termasuk Soeharto memang sudah dipersiapkan.

"Di sini, semuanya ada 60 lubang (liang lahat). Tidak kelihatan karena tertutup karpet dan lantai. Lubang Pak Harto dibuat di samping kanan istri beliau," kata karyawan Astana Giribangun, Gito kepada detikcom.

Begitu tersiar kabar Soeharto membaik, situasi-situasi yang menipu itu buyar. Semua sadar, ternyata hingga kini orang yang pernah berkuasa selama 32 tahun itu masih hidup. Suasana di Dalem Kalitan dan Giribangun pun akhirnya menjadi biasa saja. (try/asy)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini