"Hari ini pemeriksaan laboratorium dan rontgen thorax. Scanning enggak. Tapi transfusi yang paling penting. Kita harapkan bisa buang air kecil yang banyak. Urinnya yang banyak," ujar Ketua Tim Dokter Kepresidenan Mardjo Soebiandono.
Hal itu disampaikan dia di RSPP, Jl Kiai Maja, Jakarta, Kamis (10/1/2008) pukul 08.15 WIB.Menurutnya, kondisi Pak Harto bukan gawat, melainkan kritis. Sebab, kondisi gawat berarti terjadi pendarahan. "HB belum (naik). Tadi malam saya lihat begitu. Ginjal kita harapkan membaik, " imbuh Mardjo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Rabu 9 Januari 2008 pukul 21.15 WIB, tekanan darah penguasa Orde Baru itu 115/60 mm hg. Soeharto tidak lagi sesak nafas, dan masih dilakukan transfusi darah. 2 Kantung darah telah ditransfusikan ke tubuhnya.Pada Kamis pagi ini, mantan menantu Pak Harto yakni Tata juga membesuk bersama anaknya.
(nvt/nvt)










































