Saat memasuki ruang perawatan penguasa Orde Baru itu di RSPP, Jl Kyai Maja, Jakarta, Sabtu (5/1/2008), Fahmi melihat ada alat penyedot cairan dari tubuh Pak Harto.
"Saya ngeliatnya siuman, trus saya tanya apakah koma, tapi ajudan beliau bilang sadar," tutur Fahmi kepada wartawan usai menjenguk Pak Harto.
"Alat itu ada di situ. Berkat alat itu, Pak Harto agak membaik. Kan kata dokter, paru-parunya sudah kena. Akibat alat itu, kondisinya membaik," ujarnya.
Fahmi mengaku tidak tahu persis alat itu sebenarnya untuk apa apa. Yang diketahuinya, Pak Harto punya cairan di ginjal, kemudian dikeluarkan ke alat tersebut.
Pak Harto kenal dengan yang menjenguk? "Tidak. Sepertinya sedang istirahat," pungkas Fahmi. (sss/ana)











































