Kapal nelayan milik warga Desa Iha, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) ini tenggelam saat berada di pelabuhan Hitu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah.
"Kapal itu sedang tambat dan mengangkut semen dan seng. Tiba-tiba datang ombak besar dan menghantam kapal dan langsung tenggelam," tutur Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease AKBP Didik Widjanarko kepada detikcom.
Meski tidak ada korban jiwa, muatan kapal berupa seng dan semen sebanyak 4 ton ludes ditelan ombak.
Ombak setinggi empat meter juga menerjang puluhan rumah warga di Desa Rohomoni dan Desa Kabau, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah.
Akibatnya, puluhan warga yang tinggal di bibir pantai di dua desa tersebut mengamankan barang-barangnya ke jalan raya.
"Sudah dua hari ini, ombak paling besar. Rumah-rumah yang berada di tepi pantai hancur dihantam ombak sekitar empat meter," ungkap Risakota Sangadji, warga Desa Rohomoni.
Ombak besar yang menerjang kedua desa itu, kata Sangadji, membuat sebagian warga pada malam hari lebih memilih tidur di rumah-rumah tetangga atau masjid. "Mereka khawatir terjadi apa-apa," imbuhnya.
Selain menghantam rumah warga, talud penahan ombak sepanjang 200 meter di Desa Hitu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, juga hancur. Bahkan sebagian badan jalan raya ambruk di terjang ombak.
Pantauan detikcom, jalanan yang ambruk menghambat jalannya sejumlah kendaraan yang akan melintas.
Hingga sepekan, ombak dan alun di perairan Maluku diprediksi masih mencapai ketinggian 4 hingga 6 meter. Pihak Adpel Ambon memperkirakan Minggu 6 Januari 2008, ketinggian ombak dan alun di perairan Maluku mulai menurun.
"Informasi dan Meterologi Maritim Jakarta, kondisi ini terjadi sampai tanggal 6 Januari esok," ujar Abdul Karim Tuanaya, Plh Adpel Ambon. (han/umi)











































