Menurut ketua tim operasi face off Dini, dr Hardisiswo Sudjana, SpBP, operasi tahap V ini untuk memperbaiki kulit di bagian kelopak mata bagian bawah kiri yang masih terlipat serta bagian rahang untuk menarik ujung kiri kanan bibir.
"Kepastian kapan pelaksanaan operasi akan kami bahas dalam rapat Senin depan," ujarnya di RSHS, Jalan Pasteur, Jumat (4/1/2008).
Menurut Hardisiswo, operasi kali ini merupakan tahapan akhir dari empat operasi sebelumnya. Kondisi pasien sehat dan stabil. Psikologis gadis ABG itu pun, kata Hardisiswo, sangat baik.
"Dini sangat optimistis dengan operasi kali ini. Dia juga sudah bisa beradaptasi dengan kondisinya. Perkembangan fisiknya pun normal, tinggi dan berat badannya bertambah," ujarnya.
Lebih lanjut, kata dia, secara keseluruhan bagian kulit wajah yang telah dioperasi sudah sempurna. Hanya ada bagian kulit kepala belakang yang proses penyembuhannya belum sempurna.
"Bagian itu akan kami perbaiki, mungkin akan dioperasi.Tapi setelah operasi kelima, sambil menunggu perkembangan pasien," tuturnya.
Meski tidak memiliki daun telinga, lanjut dia, pendengaran Dini normal. Namun ada satu masalah, dia mengaku mengalami gangguan penglihatan.
Jauh hari sebelumnya, kata Hardisiswo, tim dokter telah merujuk Dini ke RS Mata Cicendo. "Nah agar dia bisa pakai kacamata, kami sedang berusaha untuk mendapatkan implan daun telinga," ujarnya.
Dini kini dirawat di ruang perawatan anak, kamar A27. Dia tiba di RSHS sekitar pukul 11.00 WIB.
Dini melakukan face off karena luka bakar di bagian wajah yang dideritanya. Luka bakar itu bermula saat terjadi ledakan lampu minyak tanah 10 tahun silam, saat ia tinggal di Kendari bersama orangtuanya. Dalam kejadian itu, kakak kandung Dini tewas seketika. Sementara Dini mengalami luka bakar di bagian wajah dan tangan. (ern/umi)











































