Menggantung SBY

Kolom

Menggantung SBY

- detikNews
Jumat, 04 Jan 2008 09:47 WIB
Menggantung SBY
Den Haag - Selamatkan presiden dan kepentingan luas rakyat Indonesia. Ada upaya halus membelokkan kepentingan bisnis dengan mengumpankan presiden atas nama kepentingan nasional.

Kunjungan SBY ke Eropa Menunggu Putusan UE. "Kalau airline ban carrier sudah diangkat, baru kita bisa merencanakan kembali perjalanan ke Eropa yang tertunda," jubir Kepresidenan Dino Patti Djalal (detikcom, 03/01/2008).

UE tidak akan mempan digertak ala permainan politik Indonesia seperti itu. Kebijakan UE tersebut baru bisa dicabut, jika maskapai penerbangan sipil Indonesia benar-benar aman. Padahal setiap hari kita masih sering membaca pemberitaan dan juga keluhan penumpang di berbagai Surat Pembaca tentang kekurangamanan penerbangan. Apakah dikira kedubes negara-negara UE di Jakarta tidur, tidak memantau?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ruwetnya, politisi DPR juga jadi pemilik saham atau komisaris dari maskapai penerbangan itu. Isu lalu dibelokkan dengan kedok kedaulatan. Presiden digantung! Padahal pesan UE jelas: benahi maskapaimu, lindungi keselamatan penumpang. Tak cuma Indonesia yang kena. Sebelumnya (22/03/2006) UE juga mencekal 93 maskapai. Beberapa (Turki dan Thailand), dibebaskan setelah ada perbaikan nyata.

Kantor kepresidenan seyogyanya jeli dengan pembelokan ini. Kunjungan presiden ke Eropa itu demi kepentingan politik dan ekonomi nasional yang lebih luas. Jangan terbuai dengan lagu kedaulatan sumbang dari para pemilik Katil Air dan Keranda Air.


Keterangan Penulis:
Penulis kolom 5 paragraf ini adalah koresponden detikcom di Belanda. Tulisan merupakan pendapat pribadi dan tidak menggambarkan sikap/pendapat tempat institusi penulis bekerja.
(es/es)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads