Hal ini diungkapkan pemimpin partai oposisi mantan PM Nawaz Sharif melalu juru bicaranya Ahsan Iqbal, seperti dikutip AFP, Minggu (30/12/2007).
"Jika PPP memutuskan mengikuti pemilu, maka kami akan mempertimbangkan ulang sikap kami untuk ikut pemilu atau melanjutkan boikot," kata Iqbal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga kini Komisi Pemilihan Umum Pakistan belum memutuskan penundaan pemilu yang sedianya akan dilaksanakan pada 8 Januari 2008 mendatang. PPP sendiri menyatakan masa berkabung atas kematian Bhutto selama 40 hari.
"Kami mengumumkan boikot setelah pembunuhan terhadap Benazir Bhutto sebagai pesan solidaritas kami dan ekspresi simpati kepada PPP dan pendukungnya," imbuh Iqbal.
"Bagaimanapun kami akan ambil bagian (dalam pemilu) jika para korban tidak memprotes," pungkasnya.
(bal/bal)










































