Seperti diberitakan AFP, Sabtu (29/12/2007), Sharif yang disertai 50 pimpinan partai yang dipimpinnya tiba di Naudero, Provinsi Sindh, setelah terbang dari Lahore. Saat Sharif masuk ke dalam rumah, ribuan pendukung Bhutto berkumpul di luar rumah berdoa untuk Bhutto dan meneriakkan slogan antipemerintah.
"Tujuan kami ke sini adalah untuk menyampaikan duka cita kepada keluarga Bhutto," kata juru bicara Sharif, Sidiqul Farooq. Rencananya Sharif akan mengunjungi makam Bhutto untuk berdoa. Belum diketahui apakah dalam pertemuan itu, ada deal-deal politik antara Sharif dan Asif Ali Zardari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sharif dan Bhutto sama-sama pernah menjadi PM dua periode. Dalam Pemilu yang sedianya akan digelar 8 Januari 2008, keduanya menjadi rival. Sharif juga merupakan tokoh oposisi Pakistan, selain Bhutto.
Pemilu Kemungkinan Ditunda
Sementara itu, ada kemungkinan Pemilu di Pakistan akan ditunda. Penundaan ini akan diputuskan dalam rapat yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum dan pimpinan partai politik, Minggu (30/12/2007) besok. Kemungkinan penundaan ini karena kasus pembunuhan terhadap Bhutto dan kerusuhan yang terjadi negeri itu.
Selain itu, Komisi Pemilihan Umum juga belum siap. Sebab, sejumlah daftar pemilih di sejumlah kantor KPU daerah hangus terbakar. Untuk diketahui, Kantor Komisi Pemilihan Umum di beberapa daerah juga menjadi target amarah para pendukung Bhutto.
Partai Rakyat Pakistan, yang dipimpin Bhutto, akan menetapkan keputusan pada Minggu besok apakah akan mengikuti pemilu atau tidak. Suami Bhutto, Asif Ali Zardari, disebut-sebut akan menggantikan kepemimpinan Bhutto di partai. (asy/asy)











































