Melihat Upaya Lapas Berbenah: Berantas Narkoba, Keterampilan Napi, Keterbukaan

Melihat Upaya Lapas Berbenah: Berantas Narkoba, Keterampilan Napi, Keterbukaan

Audrey Santoso - detikNews
Jumat, 23 Okt 2026 10:55 WIB
Lapas Kelas I Cirebon, Jawa Barat (Jabar) menggelar bakti kesehatan dan dihadiri Menteri Imipas Agus Andrianto
Foto: Lapas Kelas I Cirebon, Jawa Barat (Jabar) menggelar bakti kesehatan dan dihadiri Menteri Imipas Agus Andrianto. (Audrey/detikcom)
Jakarta -

Wajah lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) sebagai tempat menjalani hukuman berkembang seiring Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) berada di bawah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas). Di balik pengawasan ketat, sejumlah lapas dan rutan juga mengembangkan pembinaan keterampilan bagi narapidana (napi), bahkan membuka kegiatan edukasi untuk masyarakat umum.

Upaya tersebut terlihat dari sejumlah kegiatan di berbagai daerah. Mulai dari penggagalan penyelundupan narkoba, pengembangan keterampilan yang membantu mantan napi memperoleh penghasilan, hingga pemanfaatan fasilitas lapas dan rutan sebagai sarana pembelajaran bagi masyarakat.

Di Lapas Perempuan Kelas IIA Bandung, Jawa Barat (Jabar), petugas menggeledah blok hunian warga binaan dan menggelar pemeriksaan urine terhadap petugas maupun napi pada Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini melibatkan Kodim 0618/Kota Bandung, Satresnarkoba Polrestabes Bandung, dan BNN Kota Bandung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Penggeledahan dilakukan pada kamar hunian, di mana seluruh area dan barang-barang yang ada di dalam kamar diperiksa. Lalu kami melakukan tes urine terhadap pegawai dan 10 warga binaan," jelas Kalapas Perempuan Bandung Rika Aprianti, dikutip detikcom dari unggahan akun Instagram resmi Lapas Perempuan Kelas IIA Bandung pada Jumat (23/10/2026).

Pengawasan serupa juga dilakukan di sejumlah daerah lainnya. Tiga hari sebelumnya, Senin (19/10), petugas Rutan Kelas I Medan menggagalkan upaya penyelundupan sabu dan ekstasi oleh seorang pengunjung berinisial ES. Pihak rutan kemudian berkoordinasi dengan kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.

ADVERTISEMENT

"Dalam pemeriksaan tersebut, petugas menemukan barang terlarang yang disembunyikan dalam dompet, upaya dilakukan dengan memanfaatkan situasi pengunjung ramai," ucap Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Kelas I Medan Yoslan Josua Husurungan Doloksaribu dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/10).

Wanita kedapatan menyembunyikan sabu dan pil ekstasi di dalam dompetnya. (Foto: Dok Rutan Kelas 1 Medan)Foto: Wanita kedapatan menyembunyikan sabu dan pil ekstasi di dalam dompetnya. (Dok Rutan Kelas 1 Medan)

Sementara itu, petugas Lapas Kelas I Surabaya menggagalkan penyelundupan sabu seberat bruto 17,11 gram yang disembunyikan dalam ayam goreng pada Selasa (6/10). Barang tersebut dibawa pengunjung berinisial AM untuk warga binaan berinisial BSN (21), yang merupakan terpidana kasus narkotika.

"Barang bukti dan warga binaan yang diduga terlibat akan kami serahkan kepada Polresta Sidoarjo untuk proses lebih lanjut. Keberhasilan ini tidak terlepas dari sinergi dengan stakeholder lainnya sehingga sinergi tersebut harus terus diperkuat agar upaya pemberantasan narkotika dapat dilakukan secara maksimal dan berkelanjutan," jelas Kepala Lapas Kelas I Surabaya melalui Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka KPLP), Anak Agung Gde Joni.

Pengetatan pengawasan terhadap narkoba dan telepon seluler ilegal merupakan salah satu kebijakan yang ditekankan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto. Dalam keterangannya pada 29 Mei 2025, Agus menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap pelanggaran tersebut.

"Saya tegaskan lagi, tidak ada ampun untuk yang masih berani main-main dengan narkoba dan HP. Jangan karena sekelompok pengganggu dan pembangkang, marwah Pemasyarakatan dirusak. Zero narkoba dan HP adalah harga mati," tegas Agus.

Penyelundupan ayam goreng krispi berisi sabu di Lapas Porong SidoarjoFoto: Penyelundupan ayam goreng krispi berisi sabu di Lapas Porong Sidoarjo (dok. Istimewa)

Bekal Keterampilan Dorong Napi Produktif

Di samping memperketat pengawasan dan penegakan aturan, pembenahan pemasyarakatan juga diarahkan pada penguatan program pembinaan. Tujuannya agar warga binaan memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk memperoleh penghasilan setelah menyelesaikan masa pidana.

Salah satu contohnya terlihat di Lapas Kelas IIA Garut, Jabar. Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Garut, Asep Supriatna, menceritakan pengalamannya selama 21 tahun menjadi petugas pemasyarakatan saat ditemui detikcom pada Agustus 2026.

Menurut Asep, Lapas Garut saat ini memiliki 24 kegiatan pembinaan kemandirian. Ia menyebut hampir seluruh kegiatan tersebut telah menghasilkan manfaat ekonomi bagi warga binaan.

"Kalau ada peralihan Kemenkumham ke Imipas yang saya sangat rasakan itu peningkatan pembinaan kegiatan kerja. Karena apa yang diprogramkan saat ini sangat berpengaruh sekali," ujarnya.

Manfaat pembinaan tersebut dirasakan Jajang, mantan napi Lapas Garut yang mendapatkan keterampilan mengolah pakan ternak unggas selama menjalani masa pidana.

Setelah bebas, Jajang membuka usaha produksi pakan ayam dan bebek skala rumahan dengan memanfaatkan mesin pembuat pakan yang dipinjamkan pihak lapas.

Ditemui detikcom di Garut pada Kamis (20/8), pria berusia 48 tahun itu mengaku usahanya telah menghasilkan omzet sekitar Rp12 juta.

"Baru satu bulan keluar dari lapas, dan satu bulan ini saya merintis sudah ada yang order sampai 25 ton," kata Jajang.

Usaha pakan ternak yang dijalankan Jajang, mantan napi di Lapas Kelas IIA Garut (Audrey/detikcom)Foto: Usaha pakan ternak yang dijalankan Jajang, mantan napi di Lapas Kelas IIA Garut (Audrey/detikcom)

Pengalaman serupa datang dari Miftahul Bowo Saputera, mantan napi yang kini bekerja di salah satu tambak budidaya ikan bandeng, nila, dan udang vaname di Pulau Nusakambangan, Jawa Tengah.

Bowo mengaku sempat kesulitan mencari pekerjaan setelah bebas. Ia kemudian memutuskan kembali ke Nusakambangan, tempat dirinya dahulu mendapatkan pelatihan budidaya perikanan selama menjalani masa pembinaan.

"Saya mengikuti program pelatihan di tambak. Saya ikut budidaya udang, bandeng dan ikan nila. Setelah bebas kemarin, pihak vendor mempercayakan saya mengurus tambak," ucap Bowo. Vendor yang dimaksud merupakan mitra swasta yang bekerja sama dengan pihak lapas dalam kegiatan budidaya perikanan.

Keputusan Bowo kembali bekerja di lingkungan Nusakambangan sempat diragukan keluarganya. Namun, ia memiliki alasan tersendiri untuk memilih pekerjaan tersebut.

"Saya mikirnya di luar susah cari kerja, bisa nanti kumat lagi (mengulangi tindak pidana), masuk (penjara) lagi. Mending bekerja di sini (Nusakambangan) saja," jelas Bowo.

Dampak budidaya sidat di Pulau Nusakambangan bagi masyarakat sekitar.Foto: Kolam budidaya sidat di Pulau Nusakambangan. (Tangkapan layar video)

Lapas dan Rutan Mulai Membuka Diri

Upaya pembenahan pemasyarakatan, yang dicanangkan Menteri Agus, tidak hanya menyangkut pengawasan dan pembinaan warga binaan. Hal ini nampak dari kegiatan sejumlah lapas dan rutan yang mulai memanfaatkan kegiatan produktif untuk memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar.

Langkah ini sejalan dengan arahan Menteri Imipas Agus Andrianto agar unit pelaksana teknis pemasyarakatan lebih terbuka terhadap lingkungan sekitarnya. Selain mengurangi kesan menyeramkan, keterbukaan tersebut diharapkan dapat memperluas kontribusi lapas dan rutan bagi masyarakat.

Di Lapas Kelas IIA Karawang, misalnya, kegiatan ketahanan pangan yang melibatkan warga binaan dikembangkan menjadi program wisata edukasi atau edutrip di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE).

Melalui program tersebut, masyarakat dapat mengenal kegiatan pertanian, peternakan, dan perikanan yang dijalankan di LASKAR Farm.

Sebanyak 65 murid kelas 3 dan 4 SDS Al Mumtaaz Karawang mengikuti kegiatan edutrip pada Selasa (6/10/2026). Mereka diajak melihat proses penetasan telur ayam, memetik cabai, menanam bibit, hingga memberi makan ternak dan ikan budidaya.

"Kegiatan edukatif ini diinisiasi untuk memperkenalkan dunia pertanian, peternakan, dan perikanan secara langsung kepada para pelajar sekaligus menanamkan kepedulian terhadap lingkungan dan ketahanan pangan sejak usia dini," kata Kalapas Kelas IIA Karawang Ma'ruf Prasetyo Hadianto, Rabu (7/10).

Menurut Ma'ruf, pengelolaan lahan LASKAR Farm seluas tiga hektare melibatkan 20 warga binaan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian sekaligus sarana edukasi bagi pengunjung.

Ia menyebut program edutrip telah menerima kunjungan dari dua sekolah dasar, satu panti asuhan, satu sekolah menengah kejuruan, dan empat perguruan tinggi.

Edutrip murid SD di Lapas Kelas IIA Karawang, Jawa Barat pada Selasa (6/10/2026).Foto: Edutrip murid SD di Lapas Kelas IIA Karawang, Jawa Barat pada Selasa (6/10/2026). (dok. istimewa)

Keterbukaan serupa juga dilakukan Rutan Kelas IIB Sumenep, Jawa Timur. Rutan tersebut menerima kunjungan murid TK Almanah Campor Barat untuk belajar membatik bersama petugas dan warga binaan yang memiliki keterampilan batik tulis.

Kepala Rutan Kelas IIB Sumenep Aditya Wahyu Rahmadani menjelaskan program belajar membatik bagi masyarakat umum telah diselenggarakan sejak dirinya menjabat pada 2 Januari 2026.

Kegiatan tersebut menggunakan anggaran rutan serta sebagian keuntungan penjualan produk batik karya warga binaan untuk memenuhi kebutuhan alat dan bahan.

"Rutan Kelas IIB Sumenep berharap rutan tidak lagi dipandang sebagai tempat yang menyeramkan, tetapi juga sebagai sarana edukasi yang menyenangkan bagi masyarakat, melalui berbagai kegiatan positif dan produktif warga binaan," jelas Aditya kepada detikcom, Sabtu (10/10).

Aditya berharap kegiatan tersebut dapat membantu masyarakat memahami fungsi pemasyarakatan sebagai tempat pembinaan, bukan semata-mata tempat menjalani hukuman.

"Rutan Sumenep harus terbuka, sehingga masyarakat akan mengenal bahwa pemasyarakatan bukan lagi tempat pesakitan akan tetapi merupakan tempat pembinaan," tuturnya.

Selain melalui kegiatan edukasi, upaya memperluas manfaat pemasyarakatan bagi masyarakat juga dilakukan melalui pelayanan kesehatan. Kerja sama Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dengan Kementerian Kesehatan diwujudkan antara lain melalui kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis dan operasi katarak bagi masyarakat, petugas, serta warga binaan.

Salah satu kegiatan berlangsung di RS Umum Cipinang, Jakarta Timur, pada Senin (10/8/2026), dalam rangka peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. Wakil Menteri Kesehatan Benyamin Paulus Octavianus mengapresiasi keterlibatan Kemenimipas dalam mendukung pelayanan kesehatan tersebut.

"Kami dari Kementerian Kesehatan sangat menyambut baik kegiatan ini. Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menyelenggarakan suatu kegiatan yang mendukung Kementerian Kesehatan," kata Benyamin saat menghadiri kegiatan tersebut.

Wamenkes Benyamin Paulus Octavianus bersama Menteri Imipas Agus Andrianto di RS Umum Cipinang, Jakarta Timur (Jaktim). (Audrey/detikcom)Foto: Wamenkes Benyamin Paulus Octavianus bersama Menteri Imipas Agus Andrianto dan Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Evi Celiyanti di RS Umum Cipinang, Jakarta Timur (Jaktim). (Audrey/detikcom)
(aud/yld)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini