Surya Paloh Minta Muliakan Profesi Petani: Kalau Tak Ada, Bencana Negeri Ini

Surya Paloh Minta Muliakan Profesi Petani: Kalau Tak Ada, Bencana Negeri Ini

Taufiq Syarifudin - detikNews
Kamis, 22 Okt 2026 14:33 WIB
Ketum NasDem Surya Paloh
Ketum NasDem Surya Paloh. (Taufiq/detikcom)
Jakarta -

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menyebut petani dan profesinya merupakan tumpuan harapan bangsa Indonesia. Menurutnya, kehilangan petani dapat berpotensi bencana bagi negara.

"Kalau mereka kehilangan atau menipis motivasi diri menjadi petani, tidak ada yang menjadi petani di negeri ini, itu bencana bagi kita di negeri ini," kata Surya Paloh seusai pelantikan DPP Petani NasDem di Nasdem Tower, Jakarta Pusat, Kamis (22/10/2026).

Surya Paloh ingin para kadernya dapat menumbuhkan motivasi agar semakin banyak orang yang berprofesi sebagai petani. Menurutnya, profesi petani merupakan profesi yang harus dimuliakan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bagaimana kita terus-menerus harus mampu untuk memberikan motivasi, agar kepercayaan diri yang ada pada kawan-kawan kita, saudara-saudara kita dalam memilih profesi sebagai petani di negeri ini, itu adalah satu profesi yang kita muliakan bersama," jelas dia.

"Nggak ada kalahnya arti profesi sebagai seorang petani dibandingkan dengan profesi-profesi bidang yang lain," sambungnya.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, Indonesia sudah diberi karunia oleh Tuhan sebagai negeri agraris, hingga kontur tanah kita yang subur. Sehingga profesi petani hingga nelayan sangat dibutuhkan.

"Katakanlah kemampuan yang ada, telah diberikan kepada kita untuk bisa mengolah tanah kita ini, dengan berbagai macam tanaman yang kita inginkan, apa saja? Mau sawit, mau yang namanya karet, mau yang namanya kopi, mau yang namanya cokelat, apa aja? Demikian juga para nelayan kita, sama," katanya.

Dalam kesempatan itu Surya Paloh melantik DPP Petani NasDem periode 2026-2029 dengan Ketua Arif Rahman. Dalam pelantikannya, ada tiga wakil ketua umum, yakni Ananda Tohpati, M Habibur Rochman, dan Benny Subani. Lalu posisi sekretaris jenderal dijabat Muslim Ayub, sedangkan bendahara umum dipercayakan kepada Imam Taufik.

"Jadi dengan diadakannya kehadiran organisasi sayap Partai NasDem, Petani NasDem ini, tugas utama mereka adalah merasakan, bagaimana arti dan perasaan yang ada, yang sejujurnya, dirasakan oleh para petani kita di negeri ini. Nah, dari sanalah komunikasi yang lebih intensif mereka bisa perekatkan. Bahwasanya para petani ini tidak sendiri," kata Paloh saat sambutan.

Dia berpesan para petani harus mendapatkan motivasi diri, kepercayaan diri. Menurutnya petani bukan status yang terpinggirkan.

"Bahwasanya status sebagai petani bukanlah status yang terpinggirkan di negeri ini. Ini kita butuhkan: membangun status kembali, kepercayaan diri kembali, betapa mulianya profesi sebagai seorang petani ini," tegasnya.

Selanjutnya Ketum DPP Petani Nasdem Arif Rahman berkomitmen menyatukan gerakan restorasi Partai Nasdem dengan Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, jangan sampai gerakan perubahan Partai NasDem dibenturkan dengan Prabowo.

"Di luar sana banyak yang mencoba membenturkan gerakan perubahan dengan Asta Cita. Hari ini di hadapan Bapak (Surya Paloh), saya tegaskan tidak ada yang perlu dibenturkan. DPP Petani NasDem adalah wadah untuk menyatukan gerakan perubahan NasDem menuju Asta Cita pemerintahan Prabowo," kata Arif.

Pria yang Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Nasdem itu mengatakan, ada tiga program prioritas kepengurusannya. Satu di antaranya mendukung program Prabowo memberdayakan Kampung Nelayan Merah Putih.

"Program kedua, pemberdayaan kampung nelayan merah putih dan budidaya ikan lele dan nila. Jika demplot untuk memuliakan tanah, program kedua ini untuk memuliakan laut dan air tawar kita. Melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan, Presiden Prabowo mencanangkan Kampung Nelayan Merah Putih, maka DPP Petani NasDem, Petani NasDem akan menjadi pengawal terdepan program ini," katanya.

Selain program itu, dia menyebut programnya yakni pembangunan demplot pertanian terintegrasi seluas 2 hektare di setiap provinsi. Hingga pengembangan perhutanan sosial dan Kawasan Hutan Dengan Pengelolaan Khusus (KHDPK).

Simak juga Video 'Bye Diesel! Peralihan ke Tenaga Surya Bikin Petani Ini Jadi Sering Panen':

(tsy/dwr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini