×
Ad

70 Ribu Anak Kena ISPA Imbas Karhutla, Pemerintah Aktifkan Posko Darurat

Adrial akbar - detikNews
Kamis, 22 Okt 2026 11:48 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono (Adrial/detikcom)
Jakarta -

Sekitar 70 ribu lebih anak terkena infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono menyebut pemerintah mengaktifkan posko kesehatan darurat.

"Mengenai upaya pemerintah dalam rangka melindungi kelompok rentan, terutama tadi disampaikan juga balita, pemerintah dalam hal ini BNPB, kemudian Dinas Kesehatan juga telah mengaktifkan kembali posko-posko kesehatan darurat di bawah koordinasi Dinas Kesehatan, kemudian BNPB dan BPBD," kata Sugiono di Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Kamis (22/10/2026).

Selain itu, bekerja sama dengan pihak lain untuk pembagian alat bantuan, seperti masker, oksigen, hingga penyediaan bangunan yang kedap asap. Di sana masyarakat yang terdampak karhutla bisa mendapat pertolongan.

"Bekerja sama dengan beberapa filantropi untuk melakukan pembagian masker tadi, kemudian pemberian oksigen portabel, kemudian juga penyediaan apa yang disebut dengan rumah oksigen yang digunakan yang menggunakan fasilitas-fasilitas bangunan yang dibuat sedemikian rupa sehingga kedap asap," ungkapnya.

Sugiono menuturkan juga telah berkoordinasi dengan Kemenkes untuk mendengar masukan dari puskesmas pada lokasi yang terdampak karhutla. Pasokan yang dibutuhkan juga terus diberikan ke daerah-daerah.

"Jadi saya kira koordinasi yang dilakukan cukup baik, dan kita juga akan terus memperluas layanan ini di seluruh wilayah yang terdampak, dengan tentu saja fokus pada masyarakat rentan ISPA," katanya.

Pemerintah pusat juga mengirimkan bantuan kepada pemerintah daerah dalam penanganan karhutla ini senilai Rp 1,2 triliun. Bantuan telah dikirim dalam dua tahap.

"Hari ini bantuan pemerintah pusat tahap kedua tersebut sudah ditransfer. Total bantuan pemerintah pusat adalah sebesar Rp 1,235 triliun rupiah," katanya.

Sugiono menyebut bantuan itu akan difokuskan untuk melindungi masyarakat yang terdampak dan penanganan karhutla. Bantuan diberikan juga untuk dukungan logistik para personel yang menangani karhutla.

"Untuk diketahui bahwa saat ini ada sekitar 71 ribu personel yang dikerahkan untuk bisa mengatasi situasi karhutla dengan berbagai upaya dan operasi," ucapnya.

Diketahui, berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI per 18 Oktober 2026 pukul 10.00, jumlah kumulatif kasus ISPA kini mencapai 306.309 kasus, dari semula 277.075 pada Rabu (14/10).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 69.015 kasus dialami balita berusia 0-5 tahun. Sementara itu, kelompok anak-anak berusia 6-9 tahun yang terdampak ISPA tercatat 77.022 kasus, dan kelompok lanjut usia (lansia) sebanyak 49.680 kasus. Data Kemenkes RI juga mencatat 22 kasus ISPA pada kelompok pengidap asma.

Penambahan kasus harian ISPA di wilayah terdampak karhutla tercatat sebanyak 2.778 kasus pada 17 Oktober 2026. Angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan penambahan kasus pada 16 Oktober yang mencapai 2.808 kasus.

Lihat juga Video 'IDAI Ungkap Risiko Karhutla bagi Kesehatan Anak':




(ial/dek)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork