Program Penanaman Pohon Jangan Lips Service

Program Penanaman Pohon Jangan Lips Service

- detikNews
Kamis, 27 Des 2007 18:14 WIB
Jakarta - Musibah banjir dan tanah longsor yang menimpa wilayah Karanganyar, Jawa Tengah, terjadi akibat kerusakan lingkungan. Program kampanye penanaman seribu pohon sebaiknya jangan sebatas slogan untuk menutupi masih maraknya pembalakkan liar.
 
"Bencana alam yang datang silih berganti, menunjukkan perlu adanya kearifan dalam menata pembangunan. Kampanye penanaman pohon jangan dijadikan sebagai slogan belaka untuk menutup makin maraknya pembalakkan liar. Kalau hal ini dibiarkan terus menerus, yang mengalami kerugian adalah rakyat sendiri," ujar Ketua Umum PDIP Megawati sebagaimana dikatakan Staf Khususnya, Ari Junaedi dalam rilis yang diterima detikcom, Kamis, (27/12/2007).
 
Menurut Megawati, berbagai bencana alam yang terus melanda secara merata di Indonesia, seperti banjir di Nias, Padang, Jakarta, Pekalongan, Jambi, Purwodadi, Semarang, Malang, Madiun, Solo, Gunung Kidul, Bantul, Trengggalek, dan Taliwang serta longsor di Gianyar, Wonogiri serta Banyumas, mengindikasikan rentannya kondisi geografis Indonesia. Karena itu, putri tertua mendiang Bung Karno itu, meminta kesadaran warga untuk selalu mewaspadai fenomena alam dan bersama-sama saling membantu korban bencana dalam bentuk apa saja.
 
"Dari prediksi Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDIP, kita semua harus mewaspadai banjir dan longsor terus terjadi di Januari-Februari 2008. Warga harus mengenali tanda-tanda alam serta mengefektikan kewaspadaan bersama. Hujan lebat yang terus menerus turun adalah tanda nyata akan adanya bahaya," imbuh mantan Presiden RI
ini.
 
Mega juga mengintruksikan seluruh kader partainya di Jawa Tengah untuk turun tangan membantu korban bencana. "Saya menyampaikan rasa dukacita yang mendalam. Saya memerintahkan seluruh jajaran PDIP untuk bahu membahu membantu para korban. Khusus kader-kader PDIP di Karanganyar dan Jawa Tengah, saya perintahkan untuk turun langsung membantu kerja aparat," pintanya.
 
Musibah tanah longsor dan banjir yang terjadi di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah yang terjadi Rabu 26 Desember 2007, menelan korban lebih 66 jiwa. Korban tersebar di sejumlah kecamatan seperti Tawangmangu, Jenawi, Ngargoyoso, Kerjo, Karangpandan, Jumapolo, Jatiyoso serta Matesih.
 
Upaya pencarian korban masih terkendala hingga hari ini disebabkan sulitnya medan lokasi terjadinya bencana. Sehingga tidak memungkinkan diturunkannya alat-alat berat untuk mencari korban yang masih terkubur.
(rmd/gah)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads