Jero Wacik Mengaku Kesal Budaya Indonesia Dicolong Malaysia

- detikNews
Kamis, 27 Des 2007 16:57 WIB
Jakarta - 'Visit Malingsia' marak terlihat di mana-mana. Bahkan sampai ada t-shirt yang mencantumkan tulisan ini. Ini bentuk kekesalan masyarakat dengan negara tetangga yang sudah mengklaim beberapa karya budaya Indonesia. Jero Wacik pun mengaku kesal.

"Saya pribadi juga sebenarnya kesal, tapi di sini posisi saya adalah sebagai pemimpin. Jadi harus bisa bersikap tenang dan berpikir jernih, tidak terbawa emosi," ujar Menteri Kebudayaan dan Parawisata itu dalam Jumpa Pers Akhir Tahun 2007.

Hal itu dikatakannya di kantor Kementrian Kebudayaan dan Parawisata, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (27/12/2007).

Ketika kabar makin banyaknya lagu dan budaya Indonesia lainnya yang digunakan Malaysia untuk menarik minat wisatawan asing, selaku Menbudpar Jero Wacik langsung menghubungi pemerintah Malaysia melalui surat resmi.

Sebulan kemudian Pak Menteri berkunjung ke negeri Melayu itu. Ketika itu, Menteri Kebudayaan Malaysia menyatakan bahwa pemerintah Malaysia tidak mengklaim budaya-budaya seperti reog, angklung atau yang lainnya sebagai milik paten Malaysia.

"Mereka mengaku bahwa budaya seperti reog atau angklung memang banyak mereka tampilkan, lagu 'Rasa Sayange' juga mereka nyanyikan. Tapi tidak diklaim sebagai milik mereka, siapa saja bisa menyanyikan atau menampilkannya. Nah, yang kita minta ya supaya sebelum ditampilkan atau dinyanyikan, dikasih tau dulu kalau itu budaya dari Indonesia," ujarnya.

Diakui memang Malaysia sudah menjadi negara dengan latar belakang penduduk yang beragam, dari berbagai negara dan kebudayaan. Misalnya di Trenggano, banyak orang-orang Jawa Timur yang tinggal di sana. Mereka tentu saja membawa kebudayaan reog ke daerah tersebut. Sering ditampilkan di sana, hanya saja reog di sana dikenal dengan nama berbeda.

"Karena sudah banyak kemiripan budaya, sekarang perlu dilakukan tindakan untuk mencegah konflik. Ke depannya akan dibentuk Dewan Pakar untuk mengkaji budaya kita lebih detail, supaya nggak kecolongan," tegasnya.
(twi/ana)