Gunung Ibu, yang berada di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, mengalami lima kali letusan secara berturut-turut dalam hitungan jam pada Selasa. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat tinggi kolom abu vulkanik berkisar 300-500 meter di atas puncak.
Dilansir Antara, Selasa (20/10/2026), Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan rangkaian aktivitas vulkanik tersebut tercatat sejak dini hari hingga siang. Berdasarkan laporan pos pengamatan, erupsi pertama terjadi pada pukul 03.52 WIT dengan tinggi kolom abu sekitar 300 meter.
Baca juga: Gunung Anak Krakatau 3 Kali Erupsi Pagi Ini |
Abu berwarna kelabu dengan intensitas sedang teramati condong ke arah timur. Letusan tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan durasi 37 detik.
Letusan kembali terjadi pada pukul 09.55 WIT dengan ketinggian kolom abu mencapai 300 meter di atas puncak. Abu teramati mengarah ke timur laut dan letusan terekam dengan amplitudo maksimum 28 milimeter serta durasi 1 menit 24 detik.
Lana mengatakan letusan ketiga tercatat pada pukul 10.30 WIT dengan tinggi kolom abu mencapai 500 meter di atas puncak dan mengarah ke barat laut. Letusan tersebut berlangsung selama 1 menit 13 detik dengan amplitudo maksimum 28 milimeter.
Lana mengatakan aktivitas letusan kembali terjadi pada siang hari, yakni pukul 13.10 WIT dengan tinggi kolom abu 300 meter yang condong ke arah barat. Letusan kelima tercatat pada pukul 14.39 WIT dengan kolom abu setinggi 300 meter yang mengarah ke timur laut. Sebagian besar letusan memiliki amplitudo maksimum yang sama, yaitu 28 milimeter.
Menyusul rangkaian aktivitas tersebut, Badan Geologi menyatakan status Gunung Ibu masih berada pada Level II atau Waspada. Badan Geologi juga mengingatkan masyarakat, pengunjung, dan wisatawan agar tak beraktivitas dalam radius dua kilometer serta perluasan sektoral sejauh 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif.
Selain itu, warga yang beraktivitas di luar ruangan juga diimbau menggunakan masker dan pelindung mata jika terjadi hujan abu vulkanik di sekitar wilayah terdampak. Masyarakat diminta menjaga situasi tetap kondusif, tidak menyebarkan informasi bohong atau hoaks, serta mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah maupun Pos Pengamatan Gunung Ibu di Gam Ici, Halmahera Barat.
Lihat juga Video 'Badan Geologi Tegaskan Viral Potensi Tsunami 60 M Akibat Anak Krakatau Hoax':
(amw/dhn)