×
Ad

DPD RI Awards 2026

Dedikasi Ridwan Alimuddin Lestarikan Sandeq Warisan Budaya Bahari Mandar

Farih Maulana Sidik - detikNews
Selasa, 20 Okt 2026 10:23 WIB
M Ridwan Alimuddin (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta -

Muhammad Ridwan Alimuddin masuk 3 besar DPD RI Awards 2026 kategori Pelestari Budaya Daerah. Dia berdedikasi dalam melestarikan kebudayaan bahari Mandar, khususnya perahu tradisional Sandeq.

Pemilihan 3 besar DPD RI Awards 2026 ditentukan dalam rapat perdana Dewan Pakar di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Senin (5/10/2026). Sejumlah anggota Dewan Pakar hadir langsung dalam rapat dan yang berhalangan hadir tetap memberikan pandangan serta kontribusi dalam pembahasan.

Adapun Dewan Pakar DPD Awards 2026 yaitu Menteri Kebudayaan RI Prof (Hon) Dr. H. Fadli Zon, SS, M.Sc, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dr. Dede Yusuf Macan Effendi, S.T., M.I.Pol, Anggota DPD RI Dr. Agustin Teras Narang, S.H, dan Guru Besar FMIPA Universitas Indonesia (UI) Prof. Dr. rer. nat. Agustino Zulys, S.Si., M.Sc.

Ada empat kategori penghargaan di DPD RI Awards 2026, yakni Inovator Pendidikan Non-Formal/Pendidikan Luar Sekolah, Inovator Teknologi Kesehatan, Penggerak Desa Mandiri Pangan dan Pelestari Budaya Daerah.

Profil Muhammad Ridwan Alimuddin

Ridwan Alimuddin merupakan peneliti independen, Duta Baca Sulawesi Barat, dan pendiri Komunitas Bahari Mandar sejak tahun 2006. Ridwan mengaku mendedikasikan hidupnya untuk merevitalisasi dan melestarikan kebudayaan bahari Mandar, khususnya perahu tradisional Sandeq.

Lewat dedikasinya, pria kelahiran Polewali Mandar itu ingin memastikan regenerasi pengetahuan tentang warisan budaya bahari Mandar terus berlanjut. Oleh sebab itu, dia menginisiasi dan bertindak sebagai kurator program Student on Sandeq (SOS) sejak 2022 sampai 2026.

Program SOS merupakan sebuah wadah edukatif yang mendekatkan generasi muda pada teknik pembuatan hingga pelayaran perahu tradisional Sandeq. Sejak 2001, dia aktif terlibat dalam pelaksanaan festival Sandeq Race untuk merawat marwah dan eksistensi pelaut lokal secara berkelanjutan.

Ridwan juga terlibat dalam pelayaran rekonstruksi historis seperti ekspedisi Padewakang ke Australia tahun 2019-2020.

Lebih jauh, Ridwan mendirikan museum Nusa Pustaka dan menggerakkan Armada Pustaka di Sulawesi Barat. Gerakan literasi bergerak ini menyalurkan akses bahan bacaan bagi anak-anak pesisir di pulau terpencil, mengintegrasikan pendidikan dengan identitas maritim lokal.

Karena dedikasinya, Ridwan mendapat penghargaan Anugerah Kebudayaan Indonesia kategori Pelopor/Pembaruan pada Desember 2025. Dalam diplomasi budaya internasional, dia juga berhasil membawa perahu Sandeq berlayar dan tampil dalam festival maritim bergengsi di Brest, Prancis, pada 2012.

Di tingkat lokal, inisiatif program Student on Sandeq sukses mencetak kader muda pelestari yang menjamin keahlian maritim Mandar tidak terputus.

Ridwan menyebut pelaksanaan Sandeq Race juga berdampak langsung pada penguatan kebanggaan komunal dan pergerakan ekonomi pesisir berbasis pariwisata sejarah.

Secara sosial dan pendidikan, kehadiran museum maritim Nusa Pustaka dan Perahu Pustaka bisa memberikan keadilan akses literasi kepada ribuan masyarakat pelosok. Ridwan juga telah menulis 20 buku tentang budaya Mandar dan kebaharian Nusantara.

Ridwan memastikan upaya kolaboratif ini tidak sekadar menyelamatkan artefak, tetapi terbukti mentransformasi kesadaran sejarah dan menumbuhkan kedaulatan identitas generasi muda Sulawesi Barat terhadap lautnya.



Simak Video "Video: Dewan Pakar Pilih 3 Besar Kandidat DPD RI Awards 2026, Ini Daftarnya"

(fas/knv)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork