Pemprov DKI Buka Opsi PJJ Jika Kualitas Udara Jakarta Memburuk

Pemprov DKI Buka Opsi PJJ Jika Kualitas Udara Jakarta Memburuk

Brigitta Belia Permata Sari - detikNews
Senin, 19 Okt 2026 10:17 WIB
Aktivitas di Kota Jakarta kembali normal setelah libur lebaran Idul Fitri 1444 Hijriah berakhir. Kualitas udara Jakarta hari ini dinilai tidak sehat. (Jabbar/detikcom)
Foto: Ilustrasi udara Jakarta (Jabbar/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membuka opsi penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa jika kualitas udara di Jakarta memburuk secara signifikan. Langkah ini menjadi salah satu upaya antisipasi dampak polusi udara, termasuk sebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta bidang Komunikasi Publik Chico Hakim, mengatakan Pemprov DKI terus memantau perkembangan kualitas udara Jakarta. Sejumlah langkah antisipasi disiapkan untuk melindungi kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan.

"Rekomendasi PJJ bagi siswa dapat diterapkan apabila kualitas udara mengalami pemburukan signifikan berdasarkan data resmi," kata Chico dalam keterangannya, Senin (19/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain PJJ, Pemprov DKI juga menyiapkan opsi pembatasan aktivitas luar ruangan bagi kelompok rentan serta imbauan penggunaan masker sesuai kebutuhan.

ADVERTISEMENT

"Pemprov DKI terus memantau secara intensif serta menyiapkan seluruh langkah antisipasi agar kesehatan warga, terutama anak-anak, lansia, dan kelompok rentan, tetap terlindungi," tuturnya.

Sebelumnya, indikasi sebaran asap karhutla dari wilayah Sumatera dan Kalimantan sempat terpantau melintas di atmosfer atas Jakarta dan sekitarnya pada 16 Oktober 2026. Pemantauan tersebut berdasarkan citra satelit Himawari milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Lapisan asap itu berada pada ketinggian beberapa kilometer sehingga tidak serta-merta berdampak langsung terhadap kualitas udara di permukaan yang dihirup masyarakat.

"Pemantauan terkini menunjukkan sebaran asap mulai bergerak menjauh dari wilayah Jawa bagian barat, termasuk Jabodetabek, seiring perubahan pola angin," ujarnya.

Meski begitu, Pemprov DKI tetap mewaspadai kualitas udara Jakarta yang juga dipengaruhi emisi transportasi, industri, dan kondisi musim kemarau. Beberapa titik pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Jakarta masih menunjukkan kategori sedang hingga tidak sehat, dengan partikulat halus PM2.5 menjadi salah satu parameter yang perlu diperhatikan.

Pemprov DKI menyiapkan dan mengaktifkan penyemprotan water mist melalui 179 perangkat yang terpasang di 145 gedung. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga disiapkan.

Pemprov DKI mengimbau masyarakat untuk terus memantau kualitas udara. Masyarakat juga diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Simak juga Video: Rano: Memang Kita Berasap tapi Belum pada Masuk Atmosfer ke Bawah

(bel/amw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini