Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengaktifkan penyemprotan water mist di 145 gedung untuk membantu menekan polusi udara. Langkah ini juga dilakukan sebagai upaya mengantisipasi dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sempat terdeteksi melintas di atmosfer atas Jakarta.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Cyril Raoul Hakim atau Chico Hakim, mengatakan terdapat 179 perangkat water mist yang disiapkan dan diaktifkan di 145 gedung di berbagai lokasi.
"Pemprov DKI menyiapkan dan mengaktifkan penyemprotan water mist (kabut air) yang terpasang di 179 perangkat pada 145 gedung di berbagai lokasi," kata Chico dalam keterangan, Senin (19/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemprov DKI juga menyiapkan opsi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan berkoordinasi bersama instansi terkait. Langkah antisipasi tersebut tetap dilakukan meski sebaran asap karhutla mulai bergerak menjauh dari wilayah Jawa bagian barat, termasuk Jabodetabek.
Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui citra satelit Himawari, indikasi sebaran asap dari wilayah Sumatera dan Kalimantan sempat melintas di lapisan atmosfer tinggi di atas Jakarta dan sekitarnya pada 16 Oktober 2026.
Lapisan asap tersebut berada pada ketinggian beberapa kilometer sehingga tidak serta-merta berdampak langsung terhadap kualitas udara di permukaan yang dihirup masyarakat.
Meski demikian, Pemprov DKI tetap meningkatkan kewaspadaan. Sebab, kualitas udara Jakarta juga dipengaruhi faktor lokal, seperti emisi transportasi dan industri, serta kondisi musim kemarau.
Beberapa titik pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Jakarta masih menunjukkan kategori sedang hingga tidak sehat, dengan partikulat halus PM2.5 menjadi salah satu parameter yang perlu diperhatikan.
Ia mengatakan Pemprov DKI terus melakukan pemantauan kualitas udara secara intensif. Pemantauan dilakukan melalui stasiun pemantau kualitas udara dan sensor emisi, disertai koordinasi dengan BMKG, BPBD DKI Jakarta, Dinas Lingkungan Hidup, serta Kementerian Lingkungan Hidup.
"Pemprov DKI terus memantau secara intensif serta menyiapkan seluruh langkah antisipasi agar kesehatan warga, terutama anak-anak, lansia, dan kelompok rentan, tetap terlindungi," ujarnya.
Selain mengaktifkan water mist, Pemprov DKI menyiapkan langkah lanjutan apabila kualitas udara memburuk secara signifikan berdasarkan data resmi. Langkah tersebut antara lain rekomendasi pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa, pembatasan aktivitas luar ruangan bagi kelompok rentan, serta imbauan penggunaan masker.
"Pemprov DKI mengimbau masyarakat untuk memantau kualitas udara melalui kanal resmi BMKG, Kementerian Lingkungan Hidup, atau Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta," tuturnya.
Warga juga diminta menggunakan masker, terutama jenis N95 atau KN95, saat beraktivitas di luar ruangan, serta mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan. Jika mengalami gejala gangguan pernapasan, masyarakat diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Lihat juga Video: Kelanjutan Program Water Mist Generator Jelang Musim Kemarau Jakarta










































