Gara-gara Rob Harga Sembako di Muara Baru Melambung

Gara-gara Rob Harga Sembako di Muara Baru Melambung

- detikNews
Rabu, 26 Des 2007 14:31 WIB
Jakarta - Air pasang atau rob yang mengakibatkan banjir di kawasan Muara Baru, Penjaringan, merepotkan banyak warga yang hidup di wilayah bibir pantai Jakarta itu. Dari persoalan transportasi, kesehatan sampai urusan perut.

Perlahan tapi pasti, harga sembilan bahan pokok (sembako) merangkak naik. Dari pantauan detikcom, harga beras misalnya, 3 hari lalu, beras pulen Cianjur Rp 210 ribu per 50 kg. Hari ini sudah naik menjadi Rp 260 ribu per 50 kg. Demikian juga beras perah Pandan Wangi, naik dari Rp 300 ribu per 50 kg menjadi Rp 360 ribu per 50 kg.

"Semua naik. Gara-gara banjir, truk pengangkut jarang menyetok. Harga jadi naik," kata Miau Lang (25), penjaga toko beras "Andi", di Jl Muara Baru, Rabu, (26/11/2007).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain beras, sembako yang mengalami kenaikan signifikan yakni minyak goreng dari Rp 8.000 per kg menjadi Rp 9.500/kg. Sementara telor naik dari Rp 9.000/kg menjadi Rp 11.000/kg.

"Kami yang rugi. Perjualan turun sampai 50 persen," timpal Indah, penjual minyak goreng di Muara Baru.

Puluhan Kendaraan Mogok

Banjir di Muara Baru juga mengakibatkan puluhan kendaraan warga mogok. Air laut yang merendam kendaraan telah merusak mesin, karburator dan baterai basah (accu).

Puluhan motor, bajaj dan truk box harus dibongkar di tepi jalan untuk perbaikan accu maupun karburator. Untuk kendaraan roda dua, pelg roda sudah berkarat terkena air garam.

"Saya nekat aja. Kalau nggak keluar, saya terjebak di dalam Muara Baru," kata Khodir (50) tukang bajaj yang nekat menerobos banjir dan karburator kerasukan air pasang. (Ari/bal)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads