×
Ad

DBD di Jaksel Tembus 1.314 Kasus, DPRD DKI Minta Pemprov Tak Cuma Imbau Warga

Brigitta Belia Permata Sari - detikNews
Rabu, 14 Okt 2026 20:32 WIB
Foto ilustrasi nyamuk (iStockphoto)
Jakarta -

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Fraksi PDI Perjuangan, Yuke Yurike, meminta Pemprov DKI Jakarta melakukan pengawasan dan layanan kesehatan untuk mengantisipasi penyebaran demam berdarah dengue (DBD). Sebab, hingga September 2026, kasus DBD di Jakarta Selatan tercatat mencapai 1.314 kasus.

Yuke meminta Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Selatan tidak hanya mengandalkan imbauan kepada masyarakat. Menurutnya, pemerintah juga perlu memberikan pendampingan serta memastikan fasilitas pendukung pencegahan dan penanganan DBD tersedia secara memadai.

"Angka 1.314 kasus bukan sekadar statistik, ini peringatan serius bagi kita semua. Saya mendesak Pemprov DKI dan Sudinkes untuk tidak hanya menyerahkan beban pencegahan kepada masyarakat, tetapi juga mengimbanginya dengan pengawasan dan fasilitas pendukung yang memadai," kata Yuke di gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Ia juga menekankan pentingnya pelaksanaan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus secara konsisten. Selain itu, gerakan Satu Rumah Satu Jumantik perlu terus digencarkan untuk menekan risiko penularan DBD.

Yuke menilai keterlibatan aparat kewilayahan, dari ketua RT, RW, lurah, hingga camat, diperlukan agar upaya pencegahan berjalan efektif.

"Gerakan PSN 3M Plus dan Posko Jumantik harus benar-benar didampingi secara langsung oleh para ketua RT, RW, lurah, hingga camat. Jangan sampai program ini menjadi rutinitas formalitas semata," tegasnya.

Selain mengoptimalkan upaya pemberantasan sarang nyamuk, Yuke meminta Sudinkes Jakarta Selatan melakukan pengendalian nyamuk di wilayah rawan penularan. Pengasapan atau fogging, menurutnya, perlu dilakukan sesuai kebutuhan dan indikasi di lapangan.

Di sisi lain, Yuke menyoroti kesiapan fasilitas kesehatan dalam menangani warga yang terjangkit DBD. Puskesmas dan rumah sakit umum daerah (RSUD) di Jakarta Selatan diminta memastikan ketersediaan ruang rawat, sarana medis, serta obat-obatan.

"Kami akan terus memantau penanganan DBD, termasuk ketersediaan ruang rawat, sarana medis, dan obat-obatan agar warga yang terjangkit dapat memperoleh penanganan secara cepat dan memadai," imbuhnya.

Sebelumnya, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan (Sudinkes Jaksel) mencatat sebanyak 1.314 kasus demam berdarah dengue (DBD) di wilayahnya hingga September 2026.

"Jumlah kasus DBD 2026 di Jakarta Selatan sampai September 2026 sebanyak 1.314 kasus dengan IR 56,55," kata Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan Fitria Ramdhita saat dihubungi di Jakarta, Senin (12/10).

Dalam penanganan DBD, dia menilai Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus perlu dilakukan masyarakat secara rutin dan serentak untuk mencegah penyakit DBD di wilayahnya meluas.

"PSN perlu dilakukan secara rutin, serentak, dan berkelanjutan, setidaknya satu kali dalam sepekan, dengan melibatkan seluruh anggota masyarakat," ujarnya.

Tonton juga video "Kembangkan Nyamuk Wolbachia demi Tekan Angka DBD"




(bel/dek)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork