Demikian disampaikan Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama Iskandar Sitompul saat dihubungi detikcom melalui telepon, Rabu (26/12/2007).
Iskandar menjelaskan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 22.00 WIB, Senin 24 Desember. Di tengah cuaca buruk, KRI Celukan Bawang 352 yang dipimpin Mayor Laut Dofian Isjafrin yang sedang berpatroli melihat KM Sumber Baru sedang lego jangkar pada posisi 04.48.00 LU dan 98.57.00 BT pada jarak 60 mil atau sekitar 100 km dari Belawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita ingin memeriksa, apakah mereka butuh bantuan dan sebagainya. Maklum cuaca saat itu memang buruk," kata Iskandar.
Namun, sambung Iskandar, saat melihat kedatangan KRI Celuk Bawang, KM Sumber Baru malah bergegas pergi. Jangkar kapal langsung diputuskan. Curiga ada sesuatu, KRI Celuk Bawang kemudian melakukan pengejaran.
Setelah jarak agak dekat, KRI Celuk Bawang melontarkan tembakan peringatan ke udara dengan senjata AK 47 dan meminta KM Sumber Baru berhenti. Namun tembakan peringatan itu tidak diindahkan. Kapal tersebut terus melaju sambil membuang 3 buah peti ke laut.
"Karena itulah kita akhirnya melepaskan tembakan ke arah buritan kapal. Dan kebetulan ada orang di dalam ruangan yang tertembus peluru," tutur Iskandar.
Akibat kejadian itu, 1 orang ABK KM Sumber Baru bernama Mahmud tewas sedangkan 4 lainnya luka-luka. Korban luka saat ini dirawat di RS TNI AL Belawan, Medan, Sumatera Utara.
Iskandar menjelaskan, perwakilan TNI AL sudah menemui keluarga para korban. Kedua pihak sepakat semua biaya pemakaman dan pengobatan para korban penembakan tersebut ditanggung semuanya oleh TNI AL.
"Meski apa yang kita lakukan sudah sesuai prosedur, tetapi kita tetap mengayomi masyarakat. Semua korban luka akan kita rawat hingga sembuh," kata Iskandar. (djo/nrl)










































