Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemen Imipas) bersama Ombudsman RI mengecek langsung seleksi calon taruna dan taruni Politeknik Imigrasi di Rumah Sakit Bhayangkara Brimob, Depok. Pengecekan dilakukan sebagai upaya transparansi.
Pengecekan dilakukan pada Rabu (14/10/2026) di RS Bhayangkara Brimob, Depok. Kegiatan ini juga turut dihadiri Dankor Brimob Komjen Ramdani Hidayat dan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Muhammad Tito.
"Kami dari Ombudsman RI pada pagi hari ini melakukan serangkaian kegiatan pemantauan dalam rangka seleksi taruna dan taruni di Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Pemantauan ini merupakan program dari Ombudsman RI," ujar Ketua Ombudsman RI Nuzran Joher kepada wartawan di Depok, Rabu (14/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hari ini kami meninjau dan memantau langsung sebagai bentuk upaya Ombudsman bekerja sama dengan Kementerian Imipas dalam rangka keterbukaan publik, bahwa semua unit pelayanan publik transparan terbuka untuk umum," tambahnya.
Dia mengatakan Kementerian Imipas memberikan kesempatan kepada Ombudsman untuk melihat proses seleksi berjalan. Mulai dari seleksi administrasi, termasuk hasil SKD-nya sudah keluar, dan tes kesehatan.
"Kami sudah meninjau kesiapan dari Markas Komando Brimob di bawah komandan Pak Komjen Ramdani Hidayat, fasilitas rumah sakit yang begitu lengkap. Tentu ini memberikan suatu kenyamanan dan kepastian bagi kita bahwa semua tahapan-tahapan tes kesehatan berjalan dengan baik dan saya sudah meninjau tadi beberapa peralatan-peralatan medis dan kesiapan," ucapnya.
Sementara, Kepala BPSDM Imipas Tito mengatakan calon taruna yang mendaftar berjumlah 1.840 orang. Seleksi kesehatan dibagi menjadi lima gelombang.
Tito menjelaskan alasan memilih RS Bhayangkara Brimob terkait proses seleksi. Dia mengatakan kelengkapan alat medis dan tenaga medis di RS Brimob menjadi alasan.
"Kenapa kita harus kenapa kita memilih Rumah Sakit Brimob, kita sebelumnya juga sudah menjajaki dan berpartisipasi di Poltek sebelumnya, kita juga di Brimob dan kita melihat fasilitasnya sekarang tambah canggih dan tadi-tadi juga proses juga cepat karena canggihnya alat dan tenaga medisnya juga banyak. Jadi kita memilih di Brimob ini," ujarnya.
Tonton juga video "Respons Ombudsman soal Dugaan Pungli 250 Juta Rutan Pondok Bambu"










































