KAI Commuter kini melarang pengguna KRL atau anak kereta (anker) berjalan mendahului di eskalator Stasiun Duri. Anker berharap jumlah eskalator ditambah untuk mencegah antrean akibat aturan baru itu.
Pantauan detikcom di Stasiun Duri, Rabu (14/10/2026), kedua eskalator di peron 5 sudah berfungsi lagi setelah salah satu mengalami gangguan sejak Sabtu (3/10). Papan yang bertuliskan penggunaan sisi kiri untuk berdiri atau diam dan penggunaan sisi kanan untuk berjalan atau mendahului sudah dilepas.
Salah satu Anker, Jean (40), mengaku setuju dengan kebijakan yang dibuat oleh KAI Commuter. Dia menilai eskalator dibuat untuk berpindah secara otomatis tanpa harus berjalan.
"Pada dasarnya eskalator itu dibuat untuk memindahkan orang secara otomatis ya, jadi bukan sebagai jalur untuk berlomba lomba menaiki tangga," kata Jean di Stasiun Duri.
Jean tak masalah dengan aturan itu. Namun, dia meminta manajemen arus naik dan turun penumpang diperbaiki untuk mencegah antrean panjang.
"Menurut saya kebijakan dari Staisun Duri juga mengutamakan bahwa berdiri itu diam merupakan langkah yang tepat asalkan disertai dengan pengelolaan kepadatan penumpang itu sendiri," ujarnya.
(haf/haf)