Kasus seorang anggota Satpol PP DKI Jakarta dikeroyok sejumlah pekerja proyek di kawasan Kolam Renang Bulungan, Jakarta Selatan (Jaksel), berakhir damai. Hal itu terjadi lantaran korban mencabut laporan polisinya.
"Itu dari korbannya sudah cabut laporan. Kemarin mereka berdamai, mediasi di Polsek, kita fasilitasi," kata Kapolsek Kebayoran Baru AKBP Nugrahadi Kusuma, Rabu (14/10/2026).
Nugrahadi tak menyampaikan alasan korban mencabut laporan tersebut. Namun ia memastikan kedua belah pihak telah melakukan mediasi dan mendapat kesepakatan damai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang jelas, biaya pengobatan dan segala macam dari perwakilannya ada yang mediasi sama mereka, sama korban, didampingi kita juga," ungkapnya.
Dipicu Penertiban Motor
Sebelumnya, seorang anggota Satpol PP DKI Jakarta mengalami luka hingga harus mendapat enam jahitan setelah dikeroyok oleh sejumlah pekerja proyek di kawasan Kolam Renang Bulungan, Jakarta Selatan. Polisi menyebut kericuhan ini berawal dari petugas Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satpol PP yang menertibkan kendaraan terparkir di trotoar.
Kanit Reskrim Polsek Metro Kebayoran Baru AKP Andre JR Simamora menjelaskan motor-motor yang ditertibkan di trotoar adalah milik para pekerja proyek. Karena hal itu, kericuhan pun terjadi.
"Seluruh kendaraan (yang ditertibkan) dari (milik) pekerja proyek," kata Andre kepada wartawan, Selasa (13/10). Andre menyampaikan hal tersebut saat menjawab pertanyaan terkait apakah motor yang ditertibkan di trotoar milik pekerja proyek.
Pekerja proyek seketika menyerang anggota Satpol PP. Mereka menyerang dengan menggunakan helm proyek.
"Menurut korban, (diserang) pakai helm proyek," ujar Andre.
(rdh/mea)









































