Material Vulkanik Merapi Menjadi Incaran Turis Asing

Material Vulkanik Merapi Menjadi Incaran Turis Asing

- detikNews
Rabu, 26 Des 2007 08:06 WIB
Merapi - Meletusnya Gunung Merapi pada 2006 meninggalkan material jutaan kubik yang merubah total wajah taman wisata Kaliadem, Sleman, Yogyakarta. Namun, jutaan kubik material vulkanik tersebut kini menjadi obyek wisata baru yang lebih menarik. Bukan hanya bagi wisatawan domestik, namun juga wisatawan mancanegara.

"Dua hari lalu saya tiba di Jakarta, tapi saat ini saya sudah di Jogja dan menyaksikan keindahan sisa letusan Merapi," ujar Christ, wisatawan asing asal Ceko, saat berbincang dengan detikcom di Gunung Merapi, Senin (24/12/2007).

Christ mengunjungi Merapi bersama dengan empat rekannya yang juga berasal dari Ceko. Untuk mengetahui lebih dalam tentang Gunung Merapi, Christ ditemani oleh seorang guide yang setia menjawab semua pertanyaan yang ia lontarkan seputar Merapi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Waw, indah sekali," kata Christ sembari terus mengamati bongkahan batu, pasir serta material lainnya yang dimuntahkan oleh Gunung Merapi satu setengah tahun lalu.

Bukan hanya Christ, ratusan wisatawan lokal juga memadati wisata vulkanik ini. Selain disuguhi pemandangan yang spektakuler, mereka juga berkesempatan untuk memperoleh cindera mata dari Gunung Merapi, seperti foto-foto Merapi yang sedang mengeluarkan wedos gembel, serta CD yang berisi detik-detik letusan Merapi yang dijual di sekitar lokasi.

"Kita datang rame-rame dengan teman se angkatan," kata Fitri, Mahasiswa sebuah perguruan tinggi swasta di Yogyakarta.

Warung-warung semi permanen pun siap melayani pengunjung yang perustnya keroncongan. Apalagi suasana yang sangat dingin cepat membuat orang lapar. "Rata-rata yang berjualan di sini adalah mereka yang warung permanennya rusak akibat letusan Merapi lalu," ujar salah seorang penjaga warung yang enggan disebutkan namanya.

Letusan Merapi ternyata juga membawa berkah ke[pada masyarakat sekitar. Sebab, setiap masuk, para pengunjung harus membayar Rp 2 ribu per orang. Uang yang dihasilkan pun dikelola karang taruna setempat.
(anw/ary)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads