Kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawraingin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng), makin mengkhawatirkan. Asap yang menyelimuti wilayah tersebut membuat langit menjadi menguning.
Kondisi itu terjadi pada Senin (12/10/2026). Langit menguning yang dipenuhi asap karhutla itu menyebabkan banyak warga sakit pernapasan.
Samsul Hadi, warga Kampung Baru, mengaku kondisi asap kali ini lebih parah dibanding hari-hari sebelumnya. Selain kesulitan bernapas, ia merasakan matanya pedih akibat paparan asap yang menyelimuti lingkungan tempat tinggalnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beberapa hari kemarin sudah parah, hari ini terparah. Sesak napas, mata pedih. Asapnya bukan putih lagi, tetapi sudah menguning," kata Samsul, dilansir detikKalimantan, Selasa (13/10).
Pengalaman serupa dirasakan Rohmat, warga Pasir Panjang. Ia melihat asap kekuningan menyelimuti sepanjang jalan yang dilaluinya. Kondisi itu membuat perjalanan terasa tidak nyaman sekaligus menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan.
Petugas BMKG Kotawaringin Barat, Afif Rowina Khairim, mengonfirmasi hasil pemantauan bahwa konsentrasi partikel halus PM2.5 menunjukkan kualitas udara berada dalam kategori sangat berbahaya.
"Betul, kondisi dari data pantauan PM2.5 BMKG, kualitas udara dalam kategori sangat berbahaya. Hal ini selaras dengan kondisi asap dari karhutla yang semakin tebal," ujar Afif.
PM 2.5 merupakan partikel pencemar udara berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke saluran pernapasan. Paparan partikel tersebut berisiko memperburuk kondisi kesehatan, terutama pada orang yang memiliki riwayat asma maupun penyakit pernapasan lainnya.
Baca selengkapnya di sini.
(ygs/maa)









































