Natal, Menanti Kedatangan Cahaya Kedua

Laporan dari Praha

Natal, Menanti Kedatangan Cahaya Kedua

- detikNews
Senin, 24 Des 2007 18:54 WIB
Praha - Yang paling penting adalah bagimana persiapan untuk kedatangan cahaya dan bala bantuan yang kedua dan sekaligus yang terakhir.

Demikian antara lain pesan pendeta John Waldrop dari Amerika Serikat (AS) pada perayaan Natal masyarakat Kristiani Indonesia di Aula KBRI di Praha, seperti disampaikan Leo 'Akademi Fantasi Indosiar' Modompit kepada detikcom Senin (24/12/2007) hari ini.

"Seperti para penambang yang tersesat di bawah tanah, yang tidak ada jalan keluar dan mencari bala bantuan. Bagaimana perasaan kita bila ada orang yang membukakan jalan dari kegelapan, itulah makna advent yang pertama," lanjut Waldrop, yang juga pendeta pada International Church of Prague (ICP).

Menurut Waldrop, yang paling penting adalah bagaimana persiapan untuk kedatangan yang kedua dan sekaligus yang terakhir. "Dengan kata lain dalam kehidupan sehari-hari bagaimana kita hidup seperti dengan Tuhan. Sedikit banyak memberikan peringatan untuk memperbaiki diri," ujarnya.

Keindonesiaan

Perayaan Natal yang digelar pada Sabtu (22/12/2007) itu dibuka oleh Kepala Kantor KBRI Praha Leonardo Dos Reis, dan mendapat sokongan dari warga Indonesia dari agama lain berupa konsumsi hingga pengisian acara.

Para tamu yang hadir terdiri dari masyarakat Indonesia di Ceko, pendeta Josef Benes dari gereja terbesar di Praha dan perkumpulan Nusantara (sahabat-sahabat warga Ceko pecinta Indonesia, red). Termasuk Ing. Zorica Dubovska, wanita Ceko yang sudah lebih dari 50 tahun mengabdikan diri di bidang bahasa dan kebudayaan Indonesia.

Pada sesi hiburan, perayaan dimeriahkan oleh tim serba guna misi kebudayaan yang dirancang oleh Azis Nurwahyudi, yang baru menduduki posnya 3 bulan lalu. Mereka adalah Leo ’AFI’ Mokodompit dan para Duta Muda ASEAN pilihan Deplu yang mempersembahkan beberapa lagu bertema natal dan lagu-lagu populer.

Para tamu juga dibuat terpukau oleh Tarian Cowet-Cowetan yang dibawakan oleh empat orang penari dari Keraton Yogyakarta, yang mampu menghadirkan suasana Indonesia dalam perayaan tersebut.
(es/es)


Berita Terkait