Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto untuk membahas sejumlah isu strategis antara kedua negara. Dalam pertemuan ini, kedua petinggi negara itu menyerukan kecaman bagi Israel atas tindakan yang dilakukan kepada Palestina.
Pertemuan Presiden El-Sisi dengan Prabowo terlaksana di Istana Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Minggu (11/10). Kehadiran El-Sisi disambut dengan upacara kenegaraan.
Sejumlah kesepakatan juga terwujud dari pertemuan bilateral tersebut. Indonesia dan Mesir menyepakati kerja sama di bidang ekonomi, kelautan, perikanan hingga pertukaran keahlian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sekali lagi ingin menyampaikan selamat datang kepada Yang Mulia Presiden Abdel Fattah El-Sisi beserta seluruh delegasi di Jakarta, Indonesia. Ini adalah kehormatan besar bagi saya dapat menerima kunjungan kenegaraan yang merupakan balasan dari kunjungan kenegaraan saya pada tahun 2025 dan sebelumnya tahun 2024," kata Prabowo dalam konferensi pers yang berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu (11/10).
"Kami juga sepakat untuk memperkuat kerja sama di berbagai bidang, bidang ekonomi, terutama bidang perdagangan, investasi. Dan untuk itu, kami telah mendorong pembentukan Economic Partnership Agreement antara Indonesia dan Mesir untuk bisa membuka peluang yang lebih luas bagi akses pasar, investasi, dan keterlibatan dunia usaha kedua negara," kata Prabowo.
Prabowo juga mengatakan Mesir dan RI bersepakat untuk meningkatkan kerja sama di industri pertahanan. Keduanya juga ingin meningkatkan kerja sama di bidang pendidikan.
"Saya juga menyambut baik inisiatif pembentukan Joint Investment Fund oleh lembaga investasi kedua negara kita untuk mendorong investasi pada proyek-proyek strategis. Di bidang kelautan dan perikanan, kami sepakat untuk memperkuat kerja sama yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan, konservasi sumber daya laut, pemberantasan illegal fishing, serta pertukaran pengetahuan dan keahlian," tambahnya.
Dalam pertemuan ini, isu tentang perjuangan kemerdekaan Palestina juga diungkit. Dirangkum detikcom, berikut pernyataan Prabowo, maupun El-Sisi terkait dengan Palestina.
Kecam Tindakan Israel
Presiden Prabowo menyinggung isu Palestina dalam pertemuan bilateral dengan Presiden El-Sisi. Prabowo mengecam tindakan di luar batas kemanusiaan yang dilakukan oleh Israel.
"Presiden El-Sisi dan saya juga bertukar pandangan mengenai isu-isu global dan regional. Kami menekankan pentingnya kedua negara ini untuk selalu berkoordinasi, berkonsultasi, dan bekerja sama di berbagai forum internasional," kata Prabowo.
Prabowo menyampaikan keprihatinan atas pelanggaran hukum internasional hingga hak asasi manusia yang mesti dialami oleh warga sipil di Palestina. Prabowo mengecam pembangunan permukiman ilegal Israel di wilayah Palestina.
"Mengenai Palestina, kami berdua sangat prihatin atas kekerasan, pelanggaran hukum internasional, operasi-operasi militer Israel, tindakan-tindakan provokatif dan tindakan-tindakan yang melanggar hak-hak asasi manusia, penggunaan kekerasan yang di luar kepatutan, yang mengakibatkan korban manusia-manusia yang tidak bersalah," ujar Prabowo.
"Orang tua, wanita, anak-anak kecil yang terus menjadi korban tindakan-tindakan di luar batas kemanusiaan. Kami mengecam keras pembangunan permukiman ilegal Israel serta tindakan-tindakan yang justru semakin memperburuk keadaan," tambahnya.
Prabowo mengatakan solusi dua negara menjadi satu-satunya jalan untuk mencapai perdamaian. Indonesia dan Mesir, lanjutnya, berkomitmen untuk memberi bantuan kemanusiaan hingga pemulihan bagi Gaza.
"Menurut pandangan kami, Indonesia apalagi, tetap berpandangan bahwa terwujudnya negara Palestina berdasarkan solusi dua negara adalah satu-satunya jalan untuk mencapai perdamaian di kawasan tersebut. Kami berkomitmen penuh mendukung perjuangan rakyat Palestina untuk menentukan nasibnya sendiri dan hidup dalam perdamaian. Indonesia dan Mesir terus bersepakat untuk melanjutkan kontribusi dalam mendorong proses perdamaian dan memberi bantuan kemanusiaan segera untuk Palestina, termasuk dalam pemulihan dan rekonstruksi Gaza," ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Mesir El-Sisi menaruh perhatian pada situasi yang terjadi di Palestina. Ia ingin ada perdamaian yang komprehensif bagi masyarakat di sana.
"Dan yang terkait dengan isu Palestina, dan itu menjadi pembahasan yang penting antara kami berdua untuk memperhatikan apa yang terjadi di sana sangat dan itu yang akan memiliki pengaruh terhadap kestabilan-kestabilan di kawasan," ujar El-Sisi.
"Dan kita juga sudah sepakat untuk penyelesaian yang menyeluruh, komprehensif untuk masalah Palestina, untuk diwujudkannya negara Palestina yang merdeka, batas pada Juni 1967 dan ibu kotanya adalah Yerusalem Timur. Itulah jalan satu-satunya untuk mewujudkan perdamaian yang komprehensif," tambahnya.
Presiden Mesir Apresiasi RI di BoP
Presiden El-Sisi menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo atas keikutsertaan dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina. El-Sisi lantas bicara soal posisi Indonesia di Board of Peace (BOP).
"Saya ingin mengucapkan terima kasih atas kehadiran Presiden Subianto pada 2025 hadir di Sharm El-Sheikh yang menyaksikan untuk kesepakatan penghentian gencatan senjata di Gaza," kata El-Sisi saat sesi konferensi pers, sebagaimana disampaikan penerjemah di Istana Kepresidenan.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Indonesia yang berkomitmen merekonstruksi Gaza seperti semula. Mesir dikatakan menolak upaya Israel yang mengusir masyarakat Palestina.
"Dan kami juga mengucapkan terima kasih Indonesia berada di BoP untuk memastikan terjadinya perdamaian dan pembangunan kembali Gaza dan untuk memberikan bantuan kepada saudara-saudara kita di Palestina," kata El-Sisi.
"Dari kesempatan ini kami ingin mengulang pentingnya untuk jaminan pasti dan keberlanjutan untuk masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza. Dan saya juga ingin menyampaikan dan kami selalu menolak semua bentuk untuk mengusir masyarakat Palestina atau menganggap hilang isu Palestina ini," sambungnya.
El-Sisi menaruh perhatian pada situasi yang terjadi di Palestina. Ia ingin ada perdamaian yang komprehensif bagi masyarakat di sana.
"Dan yang terkait dengan isu Palestina, dan itu menjadi pembahasan yang penting antara kami berdua untuk memperhatikan apa yang terjadi di sana sangat dan itu yang akan memiliki pengaruh terhadap kestabilan-kestabilan di kawasan," ujar El-Sisi.
"Dan kita juga sudah sepakat untuk penyelesaian yang menyeluruh, komprehensif untuk masalah Palestina, untuk diwujudkannya negara Palestina yang merdeka, batas pada Juni 1967 dan ibu kotanya adalah Yerusalem Timur. Itulah jalan satu-satunya untuk mewujudkan perdamaian yang komprehensif," tambahnya.
Serukan Deeskalasi di Timur Tengah
Prabowo dan El-Sisi juga menyoroti kondisi di Timur Tengah yang memanas. Keduanya berharap eskalasi dihentikan supaya tak berdampak ke stabilitas global.
"Mengenai situasi di kawasan Timur Tengah, kami juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas eskalasi konflik. Kami terus menganjurkan deeskalasi, pengendalian diri, penghormatan terhadap kedaulatan, hukum internasional sesuai dengan piagam PBB, serta menekankan pentingnya dialog dan diplomasi," kata Prabowo.
Prabowo mengatakan eskalasi yang terjadi hanya merugikan keselamatan warga sipil. Ia juga menyoroti perekonomian global jika konflik terus terjadi di Timur Tengah.
"Saudara-saudara sekalian, pandangan kami adalah setiap eskalasi akan memberi dampak yang sangat merugikan kondisi keselamatan warga sipil serta stabilitas dunia, terutama perekonomian global," ujar Prabowo.
Presiden Mesir El-Sisi mengatakan konflik yang terjadi di banyak wilayah akan menjadi ancaman bagi stabilitas global. Ia berharap setiap konflik yang terjadi bisa mengedepankan dialog dan jalur diplomasi.
"Saudara-saudara, saya juga bertukar pikiran dengan Bapak Presiden dengan dengan lebih dalam lagi yang terkait dengan keadaan dunia pada saat ini, bagaimana keadaan yang sangat berbahaya dari konflik yang terjadi di banyak tempat di dunia ini, yang itu akan menjadi ancaman untuk keamanan dan kedamaian dan stabilitas regional dan global," kata El-Sisi.
"Dan di sini kita juga telah sepakat untuk memastikan bahwa semua diselesaikan dengan dialog dan jalur diplomasi dengan menghormati semua kedaulatan negara dan tidak intervensi di dalam urusan negara," imbuhnya.










































