Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi menyoroti kondisi di Timur Tengah yang memanas. Keduanya berharap eskalasi dihentikan supaya tak berdampak ke stabilitas global.
"Mengenai situasi di kawasan Timur Tengah, kami juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas eskalasi konflik. Kami terus menganjurkan deeskalasi, pengendalian diri, penghormatan terhadap kedaulatan, hukum internasional sesuai dengan piagam PBB, serta menekankan pentingnya dialog dan diplomasi," kata Prabowo saat konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu (11/10/2026).
Prabowo mengatakan eskalasi yang terjadi hanya merugikan keselamatan warga sipil. Ia juga menyoroti perekonomian global jika konflik terus terjadi di Timur Tengah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saudara-saudara sekalian, pandangan kami adalah setiap eskalasi akan memberi dampak yang sangat merugikan kondisi keselamatan warga sipil serta stabilitas dunia, terutama perekonomian global," ujar Prabowo.
Presiden Mesir El-Sisi mengatakan konflik yang terjadi di banyak wilayah akan menjadi ancaman bagi stabilitas global. Ia berharap setiap konflik yang terjadi bisa mengedepankan dialog dan jalur diplomasi.
"Saudara-saudara, saya juga bertukar pikiran dengan Bapak Presiden dengan dengan lebih dalam lagi yang terkait dengan keadaan dunia pada saat ini, bagaimana keadaan yang sangat berbahaya dari konflik yang terjadi di banyak tempat di dunia ini, yang itu akan menjadi ancaman untuk keamanan dan kedamaian dan stabilitas regional dan global," kata El-Sisi.
"Dan di sini kita juga telah sepakat untuk memastikan bahwa semua diselesaikan dengan dialog dan jalur diplomasi dengan menghormati semua kedaulatan negara dan tidak intervensi di dalam urusan negara," imbuhnya.
(dwr/knv)









































