Tornado Mematikan yang Pernah Ratakan Kota di Asia

Kilas Balik

Tornado Mematikan yang Pernah Ratakan Kota di Asia

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Sabtu, 10 Okt 2026 17:44 WIB
Ilustrasi tornado
Foto: Ilustrasi tornado (Getty Images/iStockphoto/Francis Lavigne-Theriault)
Jakarta -

Bangladesh adalah salah satu negara di Asia yang rentan terhadap bencana tornado. Negara ini pernah dihantam tornado sangat dahsyat pada 1989.

Berdasarkan data World Meteorological Organization (WMO), tornado ini merupakan tornado dengan jumlah korban jiwa tertinggi (paling mematikan) dalam sejarah dunia. Tornado ini menerjang Distrik Manikganj, Bangladesh atau sekitar 50 mil di sebelah barat laut Dhaka pada 26 April 1989.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 18.30 waktu setempat. Saat itu, angin bibit tornado mulai muncul. Kemudian angin tersebut menjadi tornado yang dahsyat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Badai ini awalnya bergerak ke arah timur, lalu berbelok (hooked) ke arah utara sebelum akhirnya terangkat dan mereda.

ADVERTISEMENT

Tornado ini diperkirakan memiliki intensitas F3.5 pada skala Fujita dengan kecepatan angin mencapai 338-418 km/jam. Badai tornado ini memotong jalur selebar hingga 1 mil dan berdampak pada area seluas 150 km².

Karena kedahsyatannya, tornado ini mampu meratakan Kota Saturia dan Manikganj Sadar di Bangladesh.

Korban badai tornado ini juga banyak sekali. Estimasi resmi yang diakui WMO mencatat sekitar 1.300 orang tewas.

Selain itu, lebih dari 12.000 orang mengalami luka-luka dan sekitar 80.000 orang kehilangan tempat tinggal

Adapun para peneliti menjelaskan bahwa Bangladesh memang rentan sekali dengan bencana tornado. Sebab, negara ini memiliki jumlah penduduk yang padat.

Sedangkan peristiwa ini terjadi pada era pasca-1985, di mana beberapa tornado kuat di wilayah Bengal mulai tercatat muncul di luar periode puncak musim, yakni awal hingga pertengahan April).

Tonton juga video "Detik-detik Tornado Terjang Desa di Prancis Selatan"

Halaman 2 dari 2
(rdp/imk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini