"Hari Raya Idul Adha di Senegal juga dikenal dengan istilah Fete de Tabasky," tulis Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) RI di Dakar Arifi Saiman dalam surat elektroniknya yang diterima detikccom, Jumat (21/12/2007).
Menurut Arifi, Idul Adha jatuh pada 21 Desember dan dirayakan warga muslim, termasuk kalangan jemaah Mouride dan Tijaniah yang merupakan 2 kelompok muslim terbesar di negara Afrika Barat ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun berbeda dengan susana perayaan hari raya Idul Adha di Indonesia, suasana perayaan Fete de Tabasky di Senegal dan negara-negara Afrika Barat pada umumnya terasa jauh lebih meriah dan semarak daripada perayaan hari raya Idul Fitri.
"Pemotongan hewan kurban di kalangan warga muslim setempat hanya terbatas pada binatang domba semata, bukannya sapi atau kerbau sebagaimana yang lazim dijumpai di Indonesia," imbuh Arifi.
Selain itu, pembagian daging hewan kurban kepada kalangan warga masyarakat lainnya khususnya warga masyarakat kurang mampu juga tidak umum dilakukan oleh warga masyarakat Muslim di kawasan Afrika Barat.
"Daging hewan kurban hanya sebatas menjadi hidangan santapan bersama di lingkungan internal anggota keluarga dekat semata," ujar Arifi.
Sedikit berbeda, di tengah-tengah kondisi dan tradisi perayaan Fete de Tabasky yang berlaku di kalangan warga masyarakat Senegal tersebut, KBRI Dakar tetap melakukan perayaan Idul Adha dalam kemasan nuansa ke-Indonesia-an yang sangat kental dengan budaya bagi-bagi daging hewan kurban kepada kalangan warga masyarakat sekitar yang kurang mampu.
"Pada perayaan Idul Adha tahun ini KBRI Dakar melakukan pemotongan hewan kurban yang terdiri atas beberapa ekor domba Afrika yang pelaksanaannya berlangsung seusai sholat Idul Adha," jelas Arifi.
Untuk perayaan Idul Adha di lingkungan KBRI Dakar tahun ini beberapa ekor domba Afrika juga secara khusus didatangkan langsung dari propinsi Tambacounda, sebuah wilayah perbatasan Senegal dengan Mali, Guinea, dan Gambia.
Sebagai catatan, domba Afrika dari wilayah Tambacounda sejauh ini dikenal dan diakui sangat berkualitas seiring dengan bentuk fisiknya yang tinggi besar dengan kualitas daging yang sangat minim lemak. Acara pemotongan hewan kurban disaksikan para pejabat KBRI Dakar beserta keluarga serta kalangan warga masyarakat Indonesia yang bermukim di kota Dakar dan sekitarnya termasuk para kru kapal MV Wilis milik PT PELNI yang saat ini tengah mengemban misi carter di Senegal.
"Tak hanya itu, para pramugari Indonesia yang bekerja pada maskapai penerbangan carter 'Atlanta Air' Islandia yang pada musim haji tahun ini mengemban misi pengangkutan jemaah haji Senegal ke tanah suci Mekah juga ikut bersama merayakan," jelas Arifi. (ndr/)











































