Kementerian Transmigrasi RI (Kementrans) mendukung upaya menjadikan Batam sebagai salah satu pusat data berskala global. Perkembangan industri ini dinilai sebagai peluang untuk memperkuat ekonomi digital, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Mentrans M Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan Indonesia perlu berani mengambil peluang dari perubahan ekonomi global. Pusat data merupakan infrastruktur penting bagi pertumbuhan ekonomi digital dan pengembangan kecerdasan buatan (AI).
"Kalau kita tidak ikut berpikir maju, kita akan tertinggal. Batam punya peluang besar untuk mengambil bagian dalam perkembangan ini," ujar Iftitah, dalam keterangan tertulis, Jumat (9/10/2026).
"Kehadiran pusat data bukan hanya soal teknologi, tetapi juga kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh pekerjaan, keterampilan, dan pendapatan yang lebih baik," sambungnya.
Iftitah mengatakan arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk mendorong kemajuan dan memperkuat daya saing Indonesia perlu diterjemahkan menjadi kerja nyata di daerah. Batam memiliki posisi strategis dan berpeluang menarik investasi lanjutan dengan dukungan ekosistem yang andal, kepastian layanan, dan kesiapan tenaga kerja.
Iftitah juga mengapresiasi upaya pemerintah daerah (pemda) dan BP Batam dalam mempercepat layanan investasi. Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menyampaikan proses perizinan yang sebelumnya dapat memakan waktu satu hingga dua tahun kini dapat diselesaikan kurang dari satu bulan.
Proses persetujuan AMDAL, misalnya, yang sebelumnya memerlukan enam bulan hingga dua tahun kini rata-rata dapat diselesaikan paling lama 28 hari.
Terkait kebutuhan air, BP Batam mendorong pembangunan fasilitas seawater reverse osmosis (SWRO) untuk mendukung operasional pusat data, sehingga kebutuhan air industri dapat dipenuhi tanpa membebani pasokan air masyarakat dari waduk.
"Investasi harus berjalan bersama tanggung jawab. Kebutuhan air pusat data harus disiapkan dengan baik, termasuk melalui SWRO," kata Iftitah.
"Dengan perencanaan yang jelas, kita bisa menjaga kebutuhan masyarakat sekaligus memberi ruang bagi tumbuhnya industri baru," sambungnya.
Iftitah juga mendukung BP Batam yang terus melakukan kesiapan pasokan listrik dan infrastruktur pendukung melalui koordinasi pemerintah, penyedia energi, serta pelaku usaha. Dukungan juga diberikan kepada BP Batam atas dialog dengan masyarakat yang berlangsung terbuka dan bertumpu pada data, agar manfaat dan dampak investasi dapat dipahami serta dikelola bersama.
Bagi Kementrans, manfaat investasi perlu dirasakan masyarakat setempat. Karena itu, pihaknya siap mendukung pula peningkatan kapasitas masyarakat, terutama generasi muda, agar mereka dapat mengisi peluang kerja dan mengambil bagian dalam perkembangan ekonomi digital.
"Daerah yang menjadi bagian dari infrastruktur penting ekonomi dunia, seperti Batam, akan memiliki nilai strategis. Tugas kita memastikan masyarakat setempat ikut tumbuh bersama investasi itu, melalui pekerjaan, keterampilan, dan pendapatan yang meningkat," pungkasnya.
Tonton juga video "Mentrans Kirim 2.000 Peneliti Kembangkan Kawasan Transmigrasi"
(akd/ega)