Dugaan Tipu-tipu Konser Orchestra Experience Kini Diusut Polisi

Dugaan Tipu-tipu Konser Orchestra Experience Kini Diusut Polisi

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 06 Okt 2026 07:30 WIB
Ilustrasi Menonton Konser
Foto: Ilustrasi konser (Getty Images/iStockphoto)
Jakarta -

Dugaan penipuan pertunjukan musik orkestra bertajuk 'Orchestra Experience' berujung laporan polisi. Kasus dilaporkan lantaran pertunjukan musik yang sejatinya digelar pada Minggu, 4 Oktober 2026, di The Entrance Convention Hall, BSD ICE, Tangerang, tapi dibatalkan sepihak.

"Bahwa benar saat ini Polres Tangsel telah menerima laporan polisi terkait dengan kejadian tersebut," kata Kasi Humas Polres Metro Tangerang Selatan Itu Wahyuni, Senin (5/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengatakan saat ini penyidik kepolisian tengah melakukan penyelidikan. Serangkaian penyelidikan tengah dilakukan terkait laporan tersebut.

"Saat ini Satreskrim telah melakukan penyelidikan atas peristiwanya, penyidik sedang bekerja," ucapnya.

ADVERTISEMENT

Wahyuni mengatakan pelapor melaporkan dugaan penipuan dan atau penggelapan atas kejadian tersebut.

"Penipuan atau penggelapan (laporannya)," bebernya.

Klarifikasi Penyelenggara

Melalui postingan di akun media sosial resminya, pihak penyelenggara sudah membuat klarifikasi terkait batalnya gelaran orkestra. Penyelenggara mengatakan gagalnya penyelenggaraan acara karena masalah teknis.

"Kepada para tamu Orchestra Experience. Dengan berat hati kami informasikan bahwa pertunjukan Orchestra Experience di Tangerang yang dijadwalkan hari ini, 4 Oktober 2026 pukul 19.00 WIB di The Entrance Convention Hall, Q-BIG BSD City (Upper Ground), Tangerang, dibatalkan untuk hari ini dan akan dijadwalkan ulang karena kendala teknis yang tidak terduga," tulis penyelenggara.

"Kami dengan tulus memohon maaf atas pemberitahuan yang mendadak ini dan atas ketidaknyamanan yang mungkin terjadi, terutama bagi Anda yang telah mempersiapkan diri untuk menghadiri pertunjukan. Tanggal baru dan informasi lebih lanjut mengenai tiket Anda akan segera kami umumkan. Tiket yang telah dibeli tetap berlaku untuk jadwal pertunjukan yang baru, dan kami akan membagikan detailnya segera setelah dikonfirmasi," imbuhnya.

DKJ Minta Warga Hati-hati

Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) meminta warga berhati-hati jika hendak membeli tiket acara 'Orchestra Experience'. DKJ menyebut imbauan tersebut disampaikan karena terdapat sejumlah informasi terkait penyelenggaraan acara.

Imbauan tersebut disampaikan DKJ melalui surat bernomor 04.001/DKJ-KTm/X/2026 tertanggal 4 Oktober 2026. Surat ditandatangani Ketua Komite Musik DKJ Muhammad Taufik.

"Sehubungan dengan adanya informasi mengenai penyelenggaraan acara 'Orchestra Experience', kami menyampaikan imbauan kepada masyarakat dan seluruh pihak yang berkepentingan untuk berhati-hati dan mempertimbangkan kembali keikutsertaan maupun pembelian tiket acara tersebut," demikian isi surat DKJ yang dilihat dari media sosial, Senin (5/10/2026).

DKJ memberikan sejumlah imbauan kepada masyarakat untuk menghindari potensi kerugian. Pertama, masyarakat diminta tidak melakukan pembayaran sebelum memperoleh informasi yang jelas dan dapat diverifikasi mengenai pihak penyelenggara.

"Kedua, masyarakat diminta memastikan identitas, legalitas, lokasi, jadwal, serta pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan acara," ujarnya.

Ketiga, DKJ mengingatkan agar masyarakat tidak menyebarluaskan informasi promosi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Keempat, DKJ meminta masyarakat berhati-hati memberikan data pribadi maupun informasi pembayaran kepada pihak yang mengatasnamakan penyelenggara acara.

Kelima, DKJ meminta masyarakat melakukan verifikasi melalui sumber resmi sebelum memutuskan membeli tiket atau berpartisipasi dalam acara tersebut. DKJ menyebut pengumuman tersebut merupakan bentuk imbauan, bukan pernyataan bahwa penyelenggara terbukti melakukan penipuan.

"Pengumuman ini merupakan bentuk imbauan dan kewaspadaan untuk melindungi masyarakat dari potensi kerugian, dan bukan merupakan pernyataan bahwa pihak penyelenggara telah terbukti melakukan penipuan," tulis DKJ.

Tonton juga video "Modus QRIS Palsu di Gowa, Pasutri Diduga Tipu Sejumlah Pedagang"

Halaman 2 dari 3
(wnv/azh)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini