Dewan pakar akan memilih 4 penerima DPD RI Awards 2026, dengan masing-masing 1 penerima penghargaan dari 4 kategori yang tersedia. Ada 5 tokoh nasional Dewan Pakar DPD RI Awards 2026, siapa saja mereka?
Perjalanan DPD RI Awards 2026 telah dimulai sejak Juli tahun ini. Tahap pertama adalah proses pendaftaran yang dibuka sejak 27 Juli dan berakhir pada 23 Agustus 2026 pukul 23.59 WIB. Hingga pendaftaran ditutup, panitia menerima 1.112 pendaftar DPD RI Awards 2026.
Ada 4 kategori penghargaan dalam DPD RI Awards 2026, yakni Inovator Pendidikan Non-Formal/Pendidikan Luar Sekolah, Inovator Teknologi Kesehatan, Penggerak Desa Mandiri Pangan dan Pelestari Budaya Daerah.
Dari 1.112 pendaftar, kemudian dipilih 200 nama yang masuk 50 besar masing-masing kategori. Proses berlanjut dengan panitia memilih 10 besar per kategori, artinya ada 40 nama yang terpilih. Selanjutnya 10 kandidat per kategori itu akan dipilih Dewan Pakar DPD RI Awards 2026 hingga terpilih 4 penerima penghargaan.
Adapun kelima anggota Dewan Pakar DPD RI Awards 2026 adalah:
1. Menteri Kebudayaan RI Prof (Hon) Dr. H. Fadli Zon, SS, M.Sc
2. Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si.
3. Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dr. Dede Yusuf Macan Effendi, S.T., M.I.Pol.
4. Anggota DPD RI Dr. Agustin Teras Narang, S.H.
5. Guru Besar FMIPA Universitas Indonesia (UI) Prof. Dr. rer. nat. Agustino Zulys, S.Si., M.Sc.,
Fadli Zon
Fadli Zon merupakan Menteri Kebudayaan RI sejak 21 Oktober 2024 pada Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Dia juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI periode 2014-2019.
Fadli Zon menyelesaikan pendidikan sarjana pada Program Studi Rusia, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) dan Master of Science (M.Sc) Development Studies dari The London School of Economics and Political Science (LSE) Inggris. Ia meraih gelar S3 di Program Studi Sejarah FIB UI.
Pada Februari 2026, Fadli Zon meraih gelar profesor kehormatan dari Universitas Nasional (Unas). Dalam orasi ilmiahnya, dia membahas 'Politik Kebudayaan Mega-Diversity: Indonesia Sebagai Pusat Peradaban Dunia'.
Selain itu, Fadli Zon juga pernah menjadi Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI periode 2019-2024. BKSAP adalah alat kelengkapan DPR RI yang bertugas menangani hubungan diplomasi antar-parlemen internasional.
Agustin Teras Narang
Agustin Teras Narang merupakan seorang tokoh Dayak yang menjadi politikus Indonesia. Saat ini, Teras Narang menjabat sebagai anggota DPD RI dari Kalimantan Tengah sejak 2019.
Sebelumnya, Teras Narang menjabat sebagai Gubernur Kalimantan Tengah dari 2005 hingga 2015. Dia juga pernah menjadi Anggota DPR-RI periode tahun 1999 hingga 2005.
Teras Narang pernah menempuh pendidikan di SMAN I Banjarmasin 1973. Kemudian melanjutkan pendidikan jenjang S1 dan S2 di Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia (1979) dan Universitas Pelita Harapan (2015). Ia meraih gelar doktor di UPH.
Arif Satria
Arif Satria merupakan Kepala BRIN sejak 10 November 2025. Ia pernah menjabat Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB University) dari 2017 hingga 2025.
Arif Satria menyelesaikan pendidikan sarjana di Fakultas Pertanian IPB pada 1995. Kemudian gelar magister diraihnya dari Program Sosiologi Pedesaan IPB pada tahun 1999, dan gelar doktor diperolehnya dari Kagoshima University, Jepang, dalam bidang Marine Policy pada 2006.
Karier akademiknya dimulai pada tahun 1997 sebagai dosen di Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan, Fakultas Perikanan IPB. Pada tahun 2019, Arif Satria dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap di Fakultas Ekologi Manusia IPB dalam bidang Ekologi Politik.
Arif Satria dipercaya menjadi Rektor IPB University untuk periode 2017-2022, dan kembali diberi amanah untuk melanjutkan kepemimpinan pada periode 2023-2028. Namun sejak ditunjuk sebagai Kepala BRIN, ia pun tidak lagi menjabat Rektor IPB.
Agustino Zulys
Prof Agustino Zulys merupakan Guru Besar UI sejak April 2026. Ia mengabdi sebagai dosen dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UI dan telah melakukan 12 program Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) mulai 2019 hingga 2024.
Program PPM yang dilaksanakan oleh Agustino Zulys berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan UMKM sabun dan literasi menggunakan projek fun science. Lokasi pelaksanaan program tersebar ke 5 provinsi, yaitu DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Barat.
Dede Yusuf Macan Effendi
Dede Yusuf adalah seorang politikus, aktor, dan tokoh masyarakat. Awalnya, Dede Yusuf terkenal sebagai aktor dan bintang film populer di Indonesia sebelum terjun di dunia politik.
Dalam pendidikannya, Dede Yusuf mendapat gelar S1 Teknik Industri di Universitas Muhammadiyah Jakarta (2005-2010). Kemudian melanjutkan pendidikan S2 Ilmu Politik di Universitas Padjadjaran (2011-2014) dan menempuh S3 Ilmu Administrasi di Universitas Padjadjaran (2017-2021).
Dalam karier politiknya, Dede Yusuf pernah menjabat Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2008-2013. Kemudian sejak 2014-sekarang, Dede Yusuf menjadi anggota DPR RI selama 3 periode berturut-turut. Saat ini, ia menjabat Wakil Ketua Komisi II DPR RI.
Lihat juga Video: Prabowo Lantik 8 Dewan Energi Nasional, Ini Daftar Namanya
(fas/knv)