Program Poliran Jenderal Suyudi: Serap Tenaga Kerja hingga 'Unlock' Skill Warga

Program Poliran Jenderal Suyudi: Serap Tenaga Kerja hingga 'Unlock' Skill Warga

Wildan Noviansah - detikNews
Minggu, 04 Okt 2026 12:06 WIB
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada Kamis (1/10/2026) siang.
Foto: Andhika Prasetia/detikFoto
Jakarta -

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mempunyai program unggulan kala menjabat Kapolda Banten. Program itu bernama Poliran atau Polisi Peduli Pengangguran.

Program ini merupakan hasil dari nota kesepahaman (MoU) antara Kepolisian Daerah (Polda) Banten dan Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group) pada 13 Maret 2025. Program ini menyediakan Balai Pelatihan yang akan mempersiapkan para tenaga kerja produktif. Para tenaga kerja akan disalurkan ke perusahaan yang telah meneken MoU.

Pelatihannya pun beragam. Mulai pendidikan kewirausahaan, pelatihan pengolahan limbah, peternakan ikan dan ayam, merawat tanaman hidroponik, hingga pembuatan pupuk.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Balai Poliran ini berfokus pada tiga sektor utama, yakni Sektor Industri - Melatih keterampilan khusus dan soft skill bagi tenaga kerja dan Sektor Ketahanan Pangan - Memberikan pelatihan pertanian, peternakan, dan perikanan, serta Sektor Lingkungan Hidup - Mendidik peserta tentang pengolahan sampah dan pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai ekonomi.

Poliran dibuat untuk menyentuh aspek sosial ekonomi masyarakat. Pemeliharaan stabilitas, khususnya keamanan, harus didukung dengan pengembangan masyarakat khususnya di bidang ekonomi.

ADVERTISEMENT

Program ini juga melibatkan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang melalui pelatihan vokasi dan kewirausahaan guna meningkatkan keterampilan masyarakat.

Sebanyak 112 warga Banten mengikuti program pelatihan Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) Polda Banten. (Bahtiar/detikcom)Sebanyak 112 warga Banten mengikuti program pelatihan Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) Polda Banten. (Bahtiar/detikcom)

Program Poliran diharapkan mampu menjadi solusi bagi pemerintah dalam menekan angka pengangguran. Selain itu, program ini berperan dalam menciptakan lingkungan yang lebih kondusif dengan mengurangi potensi gangguan keamanan akibat pengangguran, sebagaimana tugas Polri dalam menjaga ketertiban masyarakat.

"Poliran hadir sebagai solusi konkret meningkatkan kompetensi di wilayah Banten," kata Jenderal Suyudi.

Program ini digagas untuk mendukung kebijakan ketahanan pangan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka. Jenderal Suyudi menjelaskan Polri mengerahkan masyarakat untuk berperan di sektor pertanian.

"Kegiatan penanaman benih jagung, yang mana dalam kegiatan ini kami memiliki program unggulan sesuai dengan kebijakan Bapak Presiden dan sesuai dengan petunjuk Bapak Kapolri yaitu kegiatan Poliran, Bapak. Poliran singkatan dari Polisi peduli pengangguran. Kami concern terhadap masalah pengangguran yang tentunya ini akan berimplikasi pada potensi keamanan yang ada di wilayah Banten," kata Jenderal Suyudi.

Warga Dapat Skill Baru

Ada beberapa cerita dari para peserta yang telah menuai manfaat dari Poliran. Salah satunya Wulan, yang mendapat pelatihan menanam dengan sistem hidroponik pada Poliran Gelombang I.

Wulan merasakan manfaat pelatihan ini karena bisa dipraktikkan di rumahnya. Adapun Wulan mencoba mengikuti pelatihan ini karena sedang menganggur.

"Saya sedang menganggur, untuk mencari ilmu tentang perawatan hidroponik karena saya ingin mencoba menanam dengan sistem hidroponik di rumah," kata Wulan, Senin (14/7/2025).

Banyak ilmu yang diperoleh Wulan. Beberapa di antaranya yakni soal perawatan tanaman hidroponik hingga kendala yang dialami saat mempraktikkan sistem ini.

"Banyak, tentang tata cara menanam sistem di hidroponik, bagaimana perawatannya, apa saja kendala dan cara mengatasinya, bahan-bahan dan alat apa saja yg digunakan,"

Selain mendapatkan pelatihan, Wulan juga mendapat uang saku selama pelatihan tiga hari. Dia sudah memanfaatkan ilmu ini untuk keperluannya sehari-hari.

"Kalau untuk di rumah sudah mencoba untuk keperluan sehari-hari tapi kalau untuk usaha belum karena kendala modal usahanya," ungkapnya.

Hal serupa juga dirasakan oleh Tuti yang menjadi peserta Poliran Gelombang 2 untuk pelatihan pertanian. Dia mengikuti pelatihan ini karena sedang menganggur. Oleh karena itu, ia ingin menambah wawasan.

"Saya ikut pelatihan ini untuk menambah wawasan saat saya sedang menganggur," ujarnya.

Dia merasakan banyak manfaat dari pelatihan pertanian ini. Salah satunya yakni bisa meningkatkan hasil panen pertanian yang ia garap.

"Pelatihan pertanian, banyak manfaat yang saya dapat adalah meningkatkan hasil panen, bisa berbagi ilmu dengan petani lain, menjadi lebih mandiri dan mendapatkan teman baru," katanya.

Saat ini, dia sudah mempraktikkan ilmunya untuk menggarap sawah milik tetangganya. Di sana, ia juga mencoba menanam sayuran.

"Saya nggak punya sawah, saya menumpang di tetangga buat mencoba menanam sayur-sayuran," ungkapnya.

Manfaat ini tak hanya dirasakan oleh mereka yang tengah menganggur. Pelatihan Poliran ini juga dirasakan oleh Agus Salim yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan.

Agus mengikuti Poliran gelombang I. Dia mendapat pelatihan ilmu instalasi listrik.

"Pekerjaan saya nelayan. Sehubungan ada program Poliran saya dikasih kesempatan untuk pelatihan ini. Alhamdulillah saya mendapatkan ilmu dan pengetahuan," ujarnya.

Berkat pelatihan ini, Agus kini memiliki keahlian di bidang kelistrikan. Dia terkadang membantu tetangganya yang listrik di rumahnya bermasalah.

"Alhamdulillah sedikit-sedikit saya bisa bantu tetangga kalau lampu di rumahnya bermasalah. Saya bantu-bantu saja, saya belum pasang tarif, karena sama tetangga," ujarnya.

Agus merasa sangat terbantu dengan program Poliran ini. Dia berharap program ini terus ada di Banten.

"Sangat membantu sekali. Yang tadinya tidak tahu jadi tahu. Pokoknya program ini mantaplah," tuturnya.

Lihat juga Video Komjen Suyudi Tak Rombak Total Kebijakan Listyo: Yang Baik Dilanjutkan

(wnv/wnv)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini