×
Ad

4 Hal Diketahui soal Eskalator St Duri Mendadak Mundur Bikin Anker Terluka

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 03 Okt 2026 15:56 WIB
Petugas memperbaiki eskalator di Stasiun Duri yang gangguan hingga membuat 12 orang luka. (Belia/detikcom)
Jakarta -

Gangguan eskalator di Stasiun Duri, Jakarta Barat, mengakibatkan penumpang mengalami luka-luka. Eskalator yang seharusnya beroperasi arah naik tiba-tiba mundur hingga membuat anak kereta (anker) jatuh.

Gangguan fasilitas terjadi pada salah satu eskalator di Stasiun Duri pada Sabtu (3/10/2026) sekitar pukul 07.45 WIB. Saat ini, eskalator belum beroperasi normal kembali.

Simak 4 fakta mengenai kejadiannya dirangkum detikcom.

1.⁠ ⁠Eskalator Tiba-tiba Berbalik Arah

Eskalator di Stasiun Duri, Jakarta Barat, mengalami masalah hingga tiba-tiba bergerak mundur saat digunakan penumpang. Sejumlah orang yang berada di atas eskalator disebut terjatuh dan bertubrukan.

Salah seorang warga, Mayska, mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu, eskalator awalnya berjalan normal.

"Awalnya normal. Kejadiannya kan pagi sekitar jam 07.00 WIB-an," kata Mayska saat ditemui di Stasiun Duri, Sabtu (3/10/2026).

Mayska mengaku tidak berada di atas eskalator saat kejadian. Namun dia sempat melihat kondisi penumpang setelah terjatuh.

Menurutnya, eskalator yang seharusnya bergerak naik tiba-tiba berjalan mundur. Penumpang yang berada di atasnya pun kaget dan kehilangan keseimbangan.

"Eskalatornya tiba-tiba jalan mundur. Jadi harusnya naik ke atas, tapi pas kejadian itu mundur. Orang nggak siap ya, jadi badannya pada jatuh semua, saling nubruk. Nggak seimbang," ujarnya.

Situasi kemudian sempat panik. Warga yang berada di sekitar lokasi disebut langsung berteriak meminta pertolongan.

"Langsung pada teriak-teriak minta tolong. Satpam, petugas semua langsung bawa orang-orang ke posko kesehatan. Mereka juga kaget itu. Pada luka-luka kan," ungkapnya.

Eskalator di Stasiun Duri tidak beroperasi sementara setelah gangguan yang mengakibatkan sejumlah penumpang luka. (Belia/detikcom)

Dia menyebut kondisi Stasiun Duri saat kejadian cukup ramai, meski tidak terlalu padat. "Ya lumayan sih, nggak yang padat banget," lanjutnya.

Sementara itu, warga lainnya, Eka, mengaku sempat menggunakan eskalator tersebut setelah kondisinya sudah mati. Dia melewati eskalator itu sekitar pukul 08.00 WIB.

Eka mengatakan saat itu eskalator sudah tidak bergerak, tetapi belum dipasangi pembatas oleh petugas sehingga warga masih dapat melewatinya.

"Saya sempat turun lewat eskalator itu, cuma eskalatornya sudah mati tadi. Jam 8-an itu sudah nggak ada apa-apa, tapi eskalator belum ditutup. Jadi saya lewat-lewat saja," ujar Eka.

Dia baru mengetahui eskalator tersebut sebelumnya mengalami masalah setelah mendapat informasi dari warga.

"Iya, cuma tadi itu belum ditutup pembatas sama petugas," ungkapnya.

Eka mengaku sempat merasa khawatir setelah mengetahui eskalator tersebut mengalami gangguan dan sebelumnya berjalan mundur. Namun, karena eskalator sudah dalam kondisi mati, dia mengira masih aman untuk digunakan.

"Sebenarnya khawatir juga. Apalagi setelah dengar eskalatornya sempat jalan mundur. Tapi karena sudah mati, jadi kupikir aman aja buat turun," imbuhnya.




(fca/fca)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork