Kecelakaan pesawat Helios Airways penerbangan HCY522 pada 2005 merupakan salah satu insiden akibat human error. Kecelakaan ini terjadi akibat pilot lupa menekan sakelar.
Dikutip dari laporan resmi, peristiwa ini terjadi pada tanggal 14 Agustus 2005. Pesawat ini melayani rute penerbangan dari Larnaca (Siprus) menuju Praha (Ceko) dengan transit di Athena (Yunani).
Setelah tiba dari penerbangan sebelumnya, awak kabin melaporkan masalah pembekuan pada segel pintu belakang kanan. Teknisi darat melakukan uji kebocoran tekanan kabin. Untuk melakukan pengujian tersebut, sakelar mode presurisasi kabin diubah ke posisi MAN (manual) dan tidak dikembalikan ke posisi AUTO setelah pengujian selesai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pesawat lepas landas dari Bandara Larnaca. Alarm peringatan ketinggian kabin (cabin altitude warning horn) berbunyi karena tekanan udara di kabin terus menurun seiring kenaikan pesawat
Awak pilot salah menafsirkan alarm ini sebagai peringatan konfigurasi lepas landas karena kedua peringatan menggunakan bunyi alarm yang sama.
Masker oksigen di kabin penumpang jatuh secara otomatis. Pilot menghubungi pusat operasi maskapai melaporkan masalah pendinginan peralatan (equipment cooling) dan alarm yang berbunyi.
Pesawat terus menanjak otomatis dengan autopilot hingga ketinggian jelajah 34 ribu kaki. Karena tidak ada respons radio dari kokpit, pesawat mengikuti rute terprogram.
Mesin kiri pesawat mati akibat kehabisan bahan bakar pada pukul 08.50 UTC, disusul oleh mesin kanan. Awak kabin tersebut sempat terekam mengirim panggilan darurat "MAYDAY" di CVR.
Setelah itu, pesawat jatuh menabrak perbukitan di wilayah Grammatiko, Yunani (sekitar 33 km barat laut Bandara Internasional Athena).
Seluruh penumpang dan awak pesawat yang berjumlah 121 orang tewas dalam kecelakaan ini.
Gara-gara Lupa Menekan Sakelar
Laporan resmi Komite Investigasi Kecelakaan Udara (AAIASB) menyimpulkan bahwa kecelakaan ini disebabkan oleh faktor langsung dan laten.
Pilot tidak menyadari bahwa sakelar kontrol presurisasi kabin berada dalam posisi MAN (manual) saat melakukan prosedur preflight, checklist Before Start, maupun checklist After Takeoff. Pilot gagal mengidentifikasi arti sebenarnya dari cabin altitude warning horn serta indikasi turunnya masker oksigen penumpang, sehingga terus melanjutkan penerbangan menanjak.










































