Petaka Pesawat Jatuh gegara Pilot Biarkan Anaknya Pegang Alat Kontrol

Kilas Balik

Petaka Pesawat Jatuh gegara Pilot Biarkan Anaknya Pegang Alat Kontrol

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Minggu, 27 Sep 2026 14:57 WIB
Airplane flying under blue sky and white cloud
Ilustrasi Pesawat (Getty Images/iStockphoto/npstockphoto)
Jakarta -

Kecelakaan pesawat Aeroflot Rusia adalah salah satu tragedi yang dipicu oleh kelalaian. Kecelakaan ini terjadi lantaran pilot membiarkan anaknya memegang alat kontrol pesawat.

Dikutip dari laporan resmi pada 22-23 Maret 1994, pesawat Airbus A310-308 milik maskapai Aeroflot (dioperasikan oleh Russian Airlines) berangkat dari Bandara Sheremetyevo, Moskow menuju Hong Kong.

Pesawat mengalami kecelakaan fatal dan jatuh di kawasan pegunungan dekat Kota Mezhdurechensk, Rusia pada 23 Maret 1994. Pesawat meledak dan hancur total saat menghantam lereng bukit berhutan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kejadian dimulai saat pesawat lepas landas dari Moskow dan naik ke ketinggian jelajah 10.100 meter dalam kondisi mode kendali otomatis (autopilot).

Saat itu, Kapten Pilot Danilov beristirahat di kabin penumpang. Kursi kiri kokpit diisi oleh Kapten Pengganti (Back-up PIC) Kudrinsky, sedangkan kursi kanan diisi oleh Co-pilot Piskarev.

ADVERTISEMENT

Kudrinsky membawa dua anaknya, yang berusia 13 tahun dan 15 tahun, masuk ke kokpit. Ia mengizinkan anaknya yang berusia 13 tahun duduk di kursi pilot sebelah kiri dan memperagakan cara mengubah arah pesawat menggunakan tombol heading select pada sistem autopilot. Anaknya satu lagi menggantikan adiknya duduk di kursi kiri kendali pilot.

Ulah dua bocah itu mengubah pergerakan autopilot. Namun sistem pesawat tidak membunyikan alarm visual maupun suara untuk memberi tahu pilot bahwa kendali kemudi berubah. Tanpa disadari oleh kru, pesawat mulai miring ke kanan secara bertahap.

Sistem autopilot terputus sepenuhnya dan pesawat menukik tajam dengan kecepatan melampaui batas aman (mencapai 740 km/jam). Tak lama kemudian, pesawat menghantam lereng bukit

Kecelakaan ini menewaskan seluruh 75 orang yang berada di dalam pesawat. Sebanyak 63 penumpang (termasuk 25 warga negara asing) dan 12 awak pesawat (3 kru kokpit/pilot dan 9 awak kabin).

Akibat Prosedur Dilanggar

Laporan resmi menyimpulkan bahwa kecelakaan disebabkan oleh kombinasi beberapa penyebab. Namun keputusan Kapten Kudrinsky mengizinkan anaknya duduk di kursi pilot dan memegang kemudi adalah kesalahan paling fatal.

Selain itu, kru terdistraksi oleh percakapan di kokpit dan terlambat menyadari bahwa pesawat telah miring melebihi batas aman.

Lihat juga Video: Pesawat Angkut Pejabat Kongo Jatuh, 17 Tewas

(rdp/imk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini