Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menjelaskan proses penyetaraan sekolah luar negeri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Hakim kemudian bertanya tentang nilai yang didapat Gibran selama proses belajar di luar negeri.
Hal itu disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, dalam sidang 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 di Mahkamah Konstitusi, Jumat (2/10/2026). Gogot mengatakan Kemendikdasmen menghitung secara kumulatif lama tahun belajar Gibran.
"Ada tiga yang kita nilai. Yang pertama adalah lama studi selama 3 tahun, artinya telah menjalani 2 tahun di Australia, Secondary 3 and Secondary 4. Soalnya, kalau mau lanjut 1 tahun selesai gitu, dapat A-Level. Cuma, karena melanjutkan ke Australia, sistem yang berbeda, masuklah ke UTS Insearch. Dari UTS Insearch ini, kita hitung kumulatif ya belajarnya, dari yang tadi kami sampaikan, certificate of attendance," kata Gogot.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yaitu Februari Februari 2005 sampai Oktober 2006. Artinya 1 tahun 8 bulan yang disebut tadi ada ya 6 semester," sambungnya.
Gogot mengatakan 90 persen kehadiran Gibran ada pada sertifikat absensi atau certificate of attendance. Kemudian, Gogot menjelaskan penghitungan berdasarkan catatan akademik yang menyebutkan tahun dan semester.
"Di dalam academic record itu ada semester disebutkan. Ada year, ada semester. Di year itu disebutkan tahunnya, 2005, 2006. Kemudian di semesternya ada 1, 2, 3, ada 3 semester," jawab Gogot.
Gogot mengatakan lama belajar Gibran di Singapura dan Australia lebih dari 3 tahun. Dia mengatakan, ada 22 mata pelajaran yang harus diselesaikan untuk proses penyetaraan dengan SMK di Indonesia.
"Jadi lama belajarnya melebihi dari 3 tahun, karena Singapura 2 tahun, Australinya 1,5 tahun. Yang kedua adalah padanan struktur kurikulum yang tadi disampaikan Mas Taufiq, ya. Di kami ada Perdirjen 7/2018 itu disebutkan, nanti kami bisa sampaikan ke Yang Mulia, ada 22 mata pelajaran yang harus diselesaikan jika harus menyelesaikan SMK. Ya, ada 22 mata pelajaran, termasuk pendidikan agama, pendidikan Pancasila, bahasa Indonesia, matematika. Kemungkinan agama dan Pancasila nggak akan masuk," tutur Gogot.
"Tapi mata pelajaran yang lain, ini kalau yang keahlian Akuntansi dan Keuangan itu meliputi Ekonomi Bisnis, Administrasi Umum, kemudian Praktikum Akuntansi, Komputer Akuntansi, Akuntansi Keuangan, Akuntansi Pajak, dan seterusnya. Ini ada 22 mata pelajaran," sambungnya.
Hakim lalu bertanya rentang nilai yang ada pada academic record atau transkrip nilai Gibran. Catatan itu menampilkan nilai Gibran.
"Kan di sini ada juga yang distinction ya, misalnya. Nilai beliau tuh yang Business Communication 2 itu 79, itu tinggi, distinction. Ada Business Communication 1 itu 78 distinction juga. Tapi, ada yang pass (lulus) saja, ada yang credit 68, tapi ada yang fail (gagal) juga kan, Pak?" tanya hakim Saldi.
"Betul, Yang Mulia," jawab Taufiq selaku salah satu tim penilai penyetaraan pendidikan Gibran di Kemendikdasmen.
Hakim Saldi lalu bertanya ke Atase Pendidikan KBRI Canberra Australia, Yuli Rahmawati, apakah ada sertifikat lain yang dikeluarkan dari UTS Insearch. Yuli mengatakan biasanya UTS Insearch mengeluarkan transkrip serta award certificate yang menyatakan level jenjang bachelor.
"Biasanya yang dikeluarkan oleh ketika itu jenjang akhir yang dia jenjang kelulusan, yang dikeluarkan adalah transkrip, kemudian award certificate yang menyatakan dia pada level jenjang bachelor atau yang lainnya, Yang Mulia," jawab Yuli.
Hakim lalu bertanya ke Taufiq apakah Kemendikdasmen menerima award certificate Gibran. Taufiq mengatakan tak ada sertifikat tersebut di bagian permohonan.
"Jadi yang Bapak terima nih biar biar clear ini, yang Bapak terima itu cuman certificate of attendance?" tanya hakim Saldi.
"Mungkin bisa juga kami jelaskan, Yang Mulia, bahwa untuk pengajuan kan dilakukan secara daring, Yang Mulia, melalui sistem gitu. Jadi untuk kami gitu ya di tim penilai akan di-passing gitu ya, di-passing surat atau dokumen-dokumen gitu yang sudah dikurasi atau sudah diverifikasi oleh tim layanan," jawab Taufiq.
"Bapak kalau bisa, bisa nggak dibuka online-nya Bapak itu di sini?" tanya hakim Saldi.
"Mungkin sekarang sudah sudah berubah, Yang Mulia, ininya, apa namanya, sistemnya. Iya, karena memang tahun 2000 berapa ya, kalau tidak salah sudah ada semacam pembaharuan layanan seperti itu. Tapi untuk record, record, apa namanya, penyetaraannya, itu masih ada," ujar Taufiq.
Gogot menambahkan penyetaraan yang diajukan Gibran adalah course Diploma of Business Studies yang di Indonesia tidak ada SMA yang mengambil mata pelajaran di perguruan tinggi. Dia mengatakan Kemendikdasmen memadankan tahun belajar, rapor dan struktur kurikulum Gibran.
"Nah, apa yang kami lakukan sehingga kita memadankan mata kuliah yang diambil itu supaya penuh dalam satu rentang jenjang pendidikan menengah, yaitu minimal 3 tahun, 6 semester, dan mata pelajarannya sesuai dengan peminatan atau keahlian yang ada di SMK. Nah, itu yang kita padankan. Jadi ada tiga yang kita padankan, tahun belajar, rapor, dan struktur kurikulum yang diambil bahasa di Australia dengan struktur kurikulum yang ada di SMK di Indonesia dengan jurusan akuntansi dan keuangan," ujar Gogot.
Simak Video 'Kemendikdasmen Sebut Gibran Ajukan Penyetaraan Pendidikan pada 2019':










































