Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) merilis hasil investigasi kecelakaan bus ALS dengan truk tangki BBM di Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, yang menewaskan 19 orang. Dalam laporan ini, KNKT mengungkap penyebab kecelakaan menjadi sangat mematikan.
Dilihat detikcom, Rabu (30/9/2026), kecelakaan ini melibatkan dua kendaraan, yakni bus PO Antar Lintas Sumatera (ALS) dengan truk tangki yang mengangkut 8.000 liter minyak mentah. Kecelakaan terjadi saat bus melintas di jalanan yang berdelaminasi alias terkelupas.
Berikut riwayat perjalanan bus ASL dan kronologi kecelakaan dengan truk BBM:
4 Mei 2026
Pukul 15.00 WIB: Bus ALS pelat BK-7451-DL diawaki dua sopir dan dua pembantu sopir memulai perjalanan dari Pati, Jawa Tengah, menuju Medan, Sumatera Utara
5 Mei 2026
Pukul 09.00 WIB: Bus menyeberang dari Pelabuhan Merak, Banten
Pukul 12.00 WIB: Bus tiba di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, dan melanjutkan perjalanan ke Terminal Rajabasa, Bandar Lampung. Bus singgah di beberapa agen untuk naik turun penumpang dan beristirahat hingga jelang tengah malam.
6 Mei 2026
05.00 WIB: Bus lanjut berjalan hingga tiba di Simpang Meo, Sumatera Selatan
10.00 WIB: Bus berhenti untuk perbaikan sistem pendingin mesin
11.45 WIB: Bus lanjut berjalan dan berhenti di salah satu halte di Musi Rawas Utara (Muratara) untuk menurunkan penumpang, menyerahkan paket dan pergantian sopir
12.39 WIB: Bus melintasi jalur berdelaminasi (terkelupas), kehilangan kendali, masuk jalur berlawanan lalu menabrak truk tangki pengangkut minyak mentah dengan nopol BG-8196-QB.
KNKT menyebut kecelakaan ini mengakibatkan 17 orang meninggal dunia di lokasi kejadian. Korban tewas terdiri dari tiga awak bus, 12 penumpang bus, dan dua awak truk tangki.
Beberapa hari usai kejadian, dua orang penumpang bus yang sempat mendapatkan perawatan intensif di RS Bhayangkara Palembang dilaporkan meninggal dunia. Sehingga, total keseluruhan korban jiwa dalam peristiwa ini mencapai 19 orang.
(haf/dhn)