×
Ad

Pendiri Minta Maaf soal Dugaan Pelecehan Seks dan Perundungan di ICM

Jabbar Ramdhani - detikNews
Selasa, 29 Sep 2026 10:53 WIB
Pendiri sekaligus Ketua Dewan Pembina Sekolah Insan Cendekia Madani (ICM), Tamsil Linrung (Ahmad Nurfajri Syahidallah/detikSulsel)
Tangerang Selatan -

Pendiri sekaligus Ketua Dewan Pembina Sekolah Insan Cendekia Madani (ICM), Tamsil Linrung, buka suara soal kasus dugaan pelecehan seksual dan perundungan (bullying). Tamsil meminta maaf kepada siswa dan pihak keluarga.

"Kepada siswa dan keluarga yang terdampak, saya menghanturkan permohonan yang tulus dan sedalam-dalamnya," kata Tamsil dalam keterangan tertulis di akun Instagram @tamsilinrung, Selasa (29/9/2026).

Dia mengatakan tidak ada alasan yang bisa membenarkan seorang anak pulang dari kegiatan sekolah dengan luka fisik maupun psikis, apalagi trauma yang membuatnya harus meninggalkan lingkungan belajar. Dia mengaku sudah berkomunikasi dengan orang tua siswa korban perundungan untuk menyampaikan permohonan maaf.

"Tidak pula ada kata yang cukup untuk menghapus rasa sakit akibat tindakan yang mencederai kemanusiaan dan keselamatan anak," ujarnya.

Sementara, kepada korban pelecehan, Tamsil memastikan perlindungan dan pemulihan diberikan sepenuhnya dan mengawal proses keadilan hingga tuntas. Dia mengatakan kerumitan mengelola sekolah asrama tak

"Saya menegaskan tidak ada ruang sedikit pun di ICM bagi tindakan yang mencederai kemanusiaan, keselamatan anak, dan akhlaqul karimah," tegasnya.

Tamsil kemudian menjelaskan soal proses penanganan peristiwa perundungan. Dia mengatakan Dewan Pembina memastikan manajemen nilai-nilai yang menjadi fondasi dan pilar ICM ditegakkan di sekolah.

"Manajemen sekolah telah melakukan pemeriksaan internal, memberikan sanksi kepada siswa dan pembina yang terkait, memfasilitasi pertemuan antarorang tua, serta melaporkan kejadian ini kepada Pokja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman," ujar dia.

Sedangkan pada penanganan dugaan pelecehan, dia mengatakan sikap ICM tegas mendukung penuh proses yang bergulir di ranah aparat penegak hukum.

"Tidak ada intervensi dari saya, dari yayasan, atau dari siapapun. Tidak ada perlakuan istimewa bagi siswa mana pun, apapun latar belakang orang tuanya," ucapnya.




(jbr/imk)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork