Menkes hingga Dirut BPJS Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas Apa?

Menkes hingga Dirut BPJS Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas Apa?

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Senin, 28 Sep 2026 15:31 WIB
Dirut BPJS Prihati Pujowaskito (Firda Chintya/detikcom)
Foto: Firda Chintya/detikcom
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri hingga Direktur Utama (Dirut) BPJS ke Istana Kepresidenan, Jakarta. Rapat akan membahas evaluasi pelayanan BPJS.

Pantauan detikcom, Senin (28/9/2026), terlihat sejumlah menteri mulai mendatangi Istana melalui pintu pilar dekat Istana Negara. Mereka ialah Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, dan Dirut BPJS Prihati Pujowaskito.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menkes Budi mengaku akan melaporkan ihwal anggaran untuk BPJS tahun 2027 kepada presiden. Termasuk penyuntikan dana sebesar Rp 20 triliun ke BPJS.

"Ini kan kemarin sudah disetujui injeksi Rp 20 triliun ke BPJS, saya dengan Pak Suahasil (Menkeu Suahasil Nazara) dan juga Pak Imin (Menko PM Muhaimin Iskandar). Ini akan memperbaiki kondisi keuangan BPJS tahun ini. Nah Bapak Presiden ingin di-update bagaimana kondisi keuangan BPJS untuk 2027 dan seterusnya," kata Budi.

ADVERTISEMENT

Budi menegaskan BPJS perlu diperbaiki dari segi anggaran hingga kualitas layanan ke masyarakat. Menurutnya, layanan BPJS oleh seluruh rumah sakit perlu ditingkatkan.

"Karena itu harus diperbaiki dan kalau bisa perbaikannya bukan hanya dari sisi keuangan BPJS saja, tapi bagaimana BPJS bisa meningkatkan kualitas layanannya ke rumah sakit-rumah sakit, kualitas pembayarannya ke rumah sakit-rumah sakit, dan rumah sakit-rumah sakit juga bisa meningkatkan kualitas layarannya ke masyarakat," ujarnya.

Lebih lanjut, dia menyinggung layanan BPJS yang masih kurang dirasakan oleh masyarakat, seperti antrean lama dan pembedaan layanan.

"Yang penting yang di situ, jangan sampai kita sudah tingkatkan kelancaran pembayarannya, tapi masyarakat antreannya tetap lama, masyarakat dibedakan, kalau dia masyarakat BPJS lebih sulit aksesnya," kata Budi.

"Atau juga kalau misalnya masyarakat masuk ternyata layanannya nggak bagus, gitu, yang di rumah sakit-rumah sakit kan banyak sekali keluhan-keluhannya akhir-akhir ini. Nah itu sebenarnya ingin di-update sekarang," imbuhnya.

Sementara itu, Prihati hanya mengatakan pihaknya hendak diberi arahan oleh presiden mengenai peningkatan layanan BPJS.

"Kita laporkan semuanya soal BPJS kesehatan, capaian-capaian dan pelayanan-pelayanan sehingga nanti bisa mendapatkan arahan dari presiden," kata Prihati.

Simak juga Video 'Menkes Buka Suara soal Nakes Komentar Nirempati ke Pasien BPJS':

(fca/azh)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini