Gunung Marapi Erupsi, Hujan Abu Vulkanik Terjadi di Bukittinggi dan Agam

Gunung Marapi Erupsi, Hujan Abu Vulkanik Terjadi di Bukittinggi dan Agam

ANTARA - detikNews
Minggu, 27 Sep 2026 09:35 WIB
Gunung Marapi Erupsi, Hujan Abu Vulkanik Terjadi di Bukittinggi dan Agam
Foto: Erupsi gunung Marapi, Sumbar. (Jeka Kampai/detikSumut)
Jakarta -

Gunung Marapi di Sumatera Barat mengalami erupsi kemarin malam. Erupsi itu memicu hujan abu vulkanik di Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam.

"Jalanan berkabut dan tertutup abu, jelas sekali seperti tumpukan pasir tipis membuat sesak bernapas," kata seorang warga Bukittinggi, Pakiah Farid (38), dilansir Antara, Minggu (27/9/2026).

Dia mengatakan hujan abu berlangsung sekitar satu jam hingga meninggalkan material di seluruh kendaraan yang lalu lalang. Anggota CORE Orari Lokal Bukittinggi-Agam, Romi, juga melaporkan hujan abu yang turun terasa cukup deras.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hanya sebentar berdiri di luar sudah tebal seperti ini abunya," kata Romi.

ADVERTISEMENT

Erupsi yang terjadi pada pukul 21.40 malam hari itu juga memunculkan lava pijar yang terekam kamera pengawas (CCTV). Berdasarkan informasi Pos Pengamat Gunungapi (PGA) Marapi, erupsi terjadi dengan amplitudo maksimum 30 milimeter dan durasi sekitar 1 menit 19 detik. Tinggi kolom abu tidak dapat diamati karena letusan berlangsung pada malam hari.

Erupsi tersebut juga disertai dentuman dan gemuruh yang mengejutkan warga di sejumlah daerah. Hingga Sabtu malam, Gunung Marapi yang memiliki ketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut masih berstatus Level II (Waspada).

Petugas Pos Pengamat Gunungapi (PGA) Marapi di Bukittinggi, Bilal Alegro, mengimbau masyarakat, pendaki, dan wisatawan agar tidak memasuki wilayah dalam radius 3 kilometer dari pusat erupsi atau Kawah Verbeek.

"Masyarakat yang bermukim di sepanjang lembah dan aliran sungai berhulu di Gunung Marapi juga diminta mewaspadai potensi banjir lahar, terutama saat musim hujan," katanya.

Apabila terjadi hujan abu, masyarakat diimbau menggunakan masker untuk mengurangi risiko gangguan saluran pernapasan, melindungi mata dan kulit, mengamankan sumber air bersih, serta membersihkan timbunan abu di atap rumah agar tidak menimbulkan beban berlebih.

"Masyarakat juga diminta mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya," kata Bilal.

Lihat juga Video Detik-detik Erupsi Gunung Marapi Pagi Ini: Lontarkan Abu Vulkanik 2 Km

(dwr/haf)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini