PUI Apresiasi Delegasi RI WO Saat Netanyahu Pidato di PBB

PUI Apresiasi Delegasi RI WO Saat Netanyahu Pidato di PBB

Arief Ikhsanudin - detikNews
Sabtu, 26 Sep 2026 19:46 WIB
Ketua Umum DPP PUI, Raizal Arifin,
Ketua Umum DPP PUI, Raizal Arifin (Dok Ist)
Jakarta -

Persatuan Ummat Islam (PUI) mengapresiasi sikap delegasi Indonesia yang melakukan walk out (WO) dari ruang Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersiap menyampaikan pidato. Indonesia dinilai tetap konsisten menyuarakan persoalan Palestina di forum internasional.

Ketua Umum PUI Raizal Arifin mengatakan, sikap walkout bukan hanya sebagai bentuk solidaritas, tapi juga pesan bahwa penderitaan masyarakat sipil Palestina tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa.

"PUI mengapresiasi sikap delegasi Indonesia. Ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak diam ketika persoalan Palestina terus menjadi perhatian kemanusiaan dunia. Sikap tegas seperti ini penting untuk menjaga konsistensi politik luar negeri Indonesia dalam membela kemanusiaan dan perdamaian," ujar Raizal, Sabtu (26/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, Raizal meminta sikap diplomatik tersebut diteruskan dengan langkah yang lebih konkret. Menurutnya, solidaritas terhadap Palestina harus menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung, terutama anak-anak, keluarga, korban konflik, serta keberlanjutan pendidikan dan layanan kemanusiaan.

ADVERTISEMENT

"Yang kita perjuangkan bukan hanya sebuah posisi diplomatik, tetapi manusia. Ada anak-anak yang kehilangan sekolah, keluarga yang kehilangan tempat tinggal, dan masyarakat yang membutuhkan akses pangan, kesehatan serta kehidupan yang bermartabat. Karena itu, perjuangan diplomasi harus berujung pada upaya nyata menyelamatkan kehidupan," katanya.

PUI juga menilai momentum di PBB perlu dimanfaatkan Indonesia untuk terus mendorong perdamaian dan penyelesaian yang memberikan masa depan yang adil bagi rakyat Palestina. Indonesia sebelumnya telah menempatkan Palestina sebagai salah satu isu utama dalam rangkaian Sidang Umum PBB dan dijadwalkan menyampaikan National Statement pada Sabtu (26/9).

"Walk out adalah sebuah pesan. Tetapi setelah pesan itu disampaikan, diplomasi harus terus bekerja. Kita berharap Indonesia semakin aktif mendorong perlindungan masyarakat sipil, bantuan kemanusiaan, pemulihan kehidupan masyarakat Gaza, dan masa depan pendidikan anak-anak Palestina," pungkas Raizal.

Indonesia Walk Out saat Netanyahu Pidato

Delegasi Indonesia dan banyak delegasi negara lain memilih walkout saat PM Israel Netanyahu berpidato di PBB pada Kamis (24/9) waktu setempat.

Dalam video yang diterima detikcom, Jumat (25/9/2026), dari Perwakilan Tetap Republik Indonesia (PTRI) di New York yang dirilis Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, terlihat delegasi Indonesia kompak berdiri mengikuti delegasi lain meninggalkan bangku.

Bench Indonesia dalam ruangan itu kosong. Puluhan delegasi juga tampak melakukan hal yang sama.

Adapun dalam pidatonya, salah satu yang menjadi sasaran Netanyahu adalah Zohran Mamdani, Wali Kota New York yang merupakan politikus Muslim pertama menduduki jabatan tersebut. Netanyahu menyebut Mamdani sebagai sosok 'anti-Semit' dan menuding banyak warga Yahudi merasa tidak aman sejak Mamdani terpilih menjadi wali kota.

"Sejak Anda terpilih sebagai wali kota kota ini, banyak orang Yahudi tidak lagi merasa aman," ujar Netanyahu.

Mamdani sebelumnya memang mengkritik keras Netanyahu dan sempat menyatakan akan mengeksekusi surat perintah penangkapan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terhadap Netanyahu jika memiliki kewenangan. Namun Mamdani kemudian mengakui dirinya tidak mempunyai kewenangan tersebut.

ICC pada 2024 menyatakan terdapat dasar yang masuk akal untuk meyakini Netanyahu bertanggung jawab atas kejahatan perang dalam operasi Israel di Gaza. Netanyahu membantah tuduhan tersebut.

(aik/idh)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini