PAN menghormati hasil elektabilitas 3,4 persen versi Poltracking. PAN mengaku sering mendapatkan hasil survei yang tidak menggembirakan.
"PAN sering sekali diberi nilai di bawah 3 persen. Kadang 2 persen, 1,9 dan bahkan lebih rendah. Faktanya, setelah pemilu, PAN selalu mendapat di atas 6 persen. Dalam Pemilu 2024, misalnya, PAN memperoleh 7,24 persen," kata Waketum PAN Saleh Partaonan Daulay saat dihubungi, Jumat (25/9/2026).
"Lalu apakah PAN akan menuntut lembaga survei? Ya tidak dong. Kita jadikan semua hasil survei sebagai alat untuk meningkatkan motivasi. Semua kader sudah terbiasa dengan hasil-hasil seperti ini," lanjutnya.
Selain itu, Saleh menilai pemilu masih lama. Dia menyebut masih ada waktu yang cukup untuk bekerja keras.
Kemudian, terkait ambang batas, Saleh memastikan PAN bersikap moderat. Dia menyebut bisa saja angkanya seperti itu, tetapi bisa juga turun atau naik sesuai dengan kesepakatan berbagai pihak.
"Kalau nanti angkanya sudah ditentukan, PAN harus siap. Semua kekuatan yang ada dan dimiliki harus dikerahkan. Dan itu selalu terjadi pada setiap pemilu yang lalu," tutur dia.
Saleh menekankan saat ini PAN fokus kerja untuk rakyat. "PAN saat ini fokus bekerja untuk rakyat. Tag-nya adalah gerak cepat, bantu rakyat. Dan itu dilakukan dari pusat sampai daerah oleh legislator dan pejabat eksekutif PAN," imbuh dia.
Untuk diketahui, Poltracking menggelar survei nasional mengenai elektabilitas partai politik. Survei ini dilakukan pada 14-20 Agustus 2026 melalui wawancara tatap muka. Survei dilakukan terhadap 1.200 responden yang tersebar di 38 provinsi di Indonesia.
Metode sampel menggunakan metode multistage random sampling. Tingkat kepercayaan 95 persen, margin of error kurang lebih 2,9 persen.
Berikut hasil survei Poltracking terbaru mengenai elektabilitas partai:
Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) 23,2%
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) 11,6%
Partai Golongan Karya (Golkar) 10,4%
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 6,2%
Partai Demokrat (PD) 6,1%
Partai NasDem 4,4%
Partai Amanat Nasional (PAN) 3,4%
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 3,3%
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) 2,3%
Partai Persatuan Pembangunan [PPP) 1,9%
Partai Persatuan Indonesia (Perindo) 0,6%
Partai Buruh 0,5%
Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) 0,3%
Partai Ummat 0,1%
Partai Bulan Bintang (PBB) 0,1%
Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda) 0,1%
Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) 0,1%
Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora) 0,1%
Tidak tahu/tidak jawab 25,3%
Simak juga Video 'Zulhas Ungkap Alasan PAN Setia Dukung Prabowo di Pilpres':
(maa/amw)