11 Kasus 'Super Flu' Terdeteksi di Jakarta, Pemprov Minta Warga Tak Panik

11 Kasus 'Super Flu' Terdeteksi di Jakarta, Pemprov Minta Warga Tak Panik

Anggi Muliawati - detikNews
Kamis, 24 Sep 2026 08:23 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi virus 'Super Flu'. (Getty Images/nopparit)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta merespons temuan 11 kasus influenza A(H3N2) subclade K atau yang disebut 'super flu' di Jakarta. Pemprov DKI memastikan pemantauan terhadap kasus influenza terus dilakukan melalui surveilans di sejumlah fasilitas kesehatan.

Stafsus Gubernur DKI Jakarta Chico Hakim mengatakan data 11 kasus tersebut merujuk pada laporan Kementerian Kesehatan per 19 September 2026. Menurutnya, angka tersebut merupakan jumlah kumulatif sejak Januari 2026, bukan lonjakan kasus dalam sepekan terakhir.

"Secara nasional Kemenkes masih mengkategorikan aktivitas influenza rendah dan sesuai pola musiman. Subclade K bukan virus baru, melainkan bagian dari influenza musiman yang bermutasi," kata Chico kepada wartawan, Kamis (24/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Chico mengatakan, untuk mengantisipasi penularan, Dinas Kesehatan DKI menjalankan surveilans sentinel Influenza-Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI). Pemantauan dilakukan di lima puskesmas serta satu rumah sakit rujukan.

ADVERTISEMENT

"Yang sudah dan terus dilakukan Pemprov DKI, Dinas Kesehatan menjalankan surveilans sentinel Influenza-Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) di lima puskesmas tiap kota administrasi plus satu rumah sakit rujukan, terhubung dengan sistem nasional dan WHO agar kenaikan kasus terdeteksi lebih awal," jelasnya.

Dia mengatakan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Jakarta juga telah diingatkan untuk mengenali gejala influenza. Selain itu, memperkuat penanganan ISPA dan pneumonia.

"Kelompok yang perlu perhatian lebih anak usia dini, lansia, ibu hamil, dan warga dengan penyakit penyerta," ujarnya.

Chico mengatakan vaksin influenza juga tersedia di sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk RSUD. Namun, vaksin tersebut belum masuk program imunisasi pemerintah.

"Vaksin influenza tersedia di faskes termasuk RSUD. Belum masuk vaksin program, jadi masih berbayar, tetapi Kemenkes menegaskan imunisasi influenza tetap bermanfaat menurunkan penularan dan keparahan. Tidak ada bukti subclade K kebal terhadap vaksin influenza yang beredar," katanya.

Pemprov DKI turut mengimbau masyarakat menerapkan langkah pencegahan, seperti mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker ketika sakit, menerapkan etika batuk, beristirahat cukup, serta menjaga asupan dan hidrasi.

"Anak yang sakit jangan dibawa ke sekolah sampai pulih. Segera ke faskes jika keluhan berlanjut, apalagi muncul napas cepat, tarikan dinding dada, atau saturasi oksigen di bawah 92 persen," ujarnya.

"Pemprov DKI tidak menyepelekan 11 kasus itu, tapi juga tidak ingin masyarakat panik. Situasinya dikawal lewat surveilans, faskes yang siaga, dan pencegahan di tingkat keluarga. Kalau ada update teknis dari Dinkes, kami sampaikan," imbuh dia.

Dilansir detikHealth, berikut sebaran kasus influenza A(H3N2) subclade K di 13 provinsi berdasarkan data kumulatif sejak Januari 2026:

Jawa Timur: 18 kasus
Kalimantan Selatan: 18 kasus
Jawa Barat: 12 kasus
DKI Jakarta: 11 kasus
Sumatera Selatan: 5 kasus
Sumatera Utara: 3 kasus
Bali: 2 kasus
Nusa Tenggara Timur: 2 kasus
Nusa Tenggara Barat: 1 kasus
Sulawesi Utara: 1 kasus
Jawa Tengah: 1 kasus
Sulawesi Selatan: 1 kasus
DI Yogyakarta: 1 kasus

Simak Video 'Kemenkes Klaim Tren 'Super Flu' Subclade K di RI Menurun':

Halaman 2 dari 2
(amw/ygs)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini